KENDARI, SULTRACK.COM – Sarana dan prasarana perhubungan, baik darat, laut dan udara menjadi sangat prioritas untuk dibangun oleh pemerintah, guna memberikan pelayanan kepada masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Terutama demi mobilitas dan distribusi barang lintas Kabupaten/Kota, Kamis (18/7/2024).
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sultra, Parinringi mengatakan bahwa, tidak hanya pemenuhan kuantitas sarana dan prasarana saja. Namun peningkatan kualitas yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat, dalam memanfaatkan sarana dan prasarana perhubungan secara maksimal.
Berdasarkat data, berikut ini ketersediaan sarana angkutan udara dan laut dan pemanfaatannya dalam mobilitas penumpang dan distribusi barang lintas daerah.

Bidang Urusan/ Indikator Capaian Tahun 2018 – 2022
Arus kedatangan Transportasi Darat
2018 = 26.660
2019 = 27.266
2020 = 27.871
2021 = 27.266
2022 = 14.996
Arus keberangkatan Transportasi Darat
2018 = 26.098
2019 = 26.605
2020 = 27.110
2021 = 26.605
2022 = 14.633
Arus kedatangan Transportasi Laut
2018 = 819,01
2019 = 819,01
2020 = 819,00
2021 = 819,01
2022 = 450,45
Arus keberangkatan Transportasi Laut
2018 = 870,06
2019 = 886,78
2020 = 803,00
2021 = 886,78
2022 = 487,73
Arus kedatangan Transportasi Udara
2018 = 781,87
2019 = 797,50
2020 = 985,63
2021 = 804,25
2022 = 284,58
Arus keberangkatan Transportasi Udara
2018 = 816,83
2019 = 833,16
2020 = 106,91
2021 = 812,81
2022 = 474,24
Untuk ketersediaan bandara, Provinsi Sultra baru memiliki 6 lokasi sejak Tahun 2018 sampai sekarang. Kelima lokasi bandara itu yakni:
1. Bandar Udara Halu Oleo di Kabupaten Konawe Selatan
Bandar udara Halu Oleo yang dulu bernama Wolter Monginsidi terletak di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Bandar udara kebanggaan masyarakat Sultra ini disinggahi pesawat berbadan lebar, seperti pesawat Boeing 737 milik maskapai Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Garuda Citylink.
2. Bandar Udara Matahora di Kabupaten Wakatobi
Untuk mendukung arus wisatawan domestik dan mancanegara, Pemda Wakatobi pada tahun 2007 membangun Bandar udara Matahora yang terletak di Pulau Wanci, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi.
3. Bandar Udara Sugimanuru di Kabupaten Muna Barat
Bandar Udara Sugimanuru terletak di Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar). Bandar udara yang memiliki ukuran landasan pacu 1600 × 23 meter ini melayani rute Muna ke dan dari Makassar, Sulawesi Selatan.
4. Bandar Udara Betoambari di Kota Baubau
Bandar Udara Betoambari terletak di Katobengke, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau.
5. Bandar Udara Sangia Nibandera di Kabupaten Kolaka
Bandar Udara Sangia Nibandera berada di Desa Tanggetada, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka.
Bandara Sangia Nibandera dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Sangia Nibandera, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, kementerian Perhubungan berdasarkan PM 40 tahun 2014.
Sejak tahun 2013 Bandara Sangia Nibandera sudah beroperasi untuk penerbangan komersial dengan beroperasinya pesawat Wings Air type ATR 72 seri 500/600, rute Makassar (UPG) – Kolaka (PUM) pulang pergi.
6. Bandar Udara Maranggo di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi
Bandar Udara Maranggo berada di Patipelong, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi.
Bandara Maranggo dikelola oleh manajemen Wakatobi Dive Resort, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kepariwisataan.
Bandara ini lebih banyak dikunjungi wisawatan mancanegara yang terbang langsung dari Bali. Mereka datang ke Pulau Tomia untuk menikmati panorama surga bawah laut di Pulau Tomia dan sekitarnya.
Menurut Parinringi, pada Bandara Halu Oleo Kendari sejak Tahun 2018 hingga 2022 jumlah lalu lintas pesawat udara terus meningkat.
Demikian pula halnya jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara Halu Oleo yang dulu dikenal dengan nama Bandar Udara Wolter Monginsidi.
“Adanya peningkatan penumpang, ini disebabkan sarana dan prasarana bandara semakin baik,” ungkap mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Sultra ini.
Ditambahkan Pariringi, dengan ditunjang enam bandara, tentunya menarik investor untuk berinvestasi di Provinsi Sultra.
Editor: Redaksi