KONSEL, SULTRACK.COM – Kegiatan Reses Masa Sidang II Anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan dilaksanakan di Balai Desa Ampera, Kecamatan Kolono Timur. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan serta harapan pembangunan daerah, Senin (9/2/2026).
Reses tersebut dihadiri langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Konawe Selatan, Bapak H. Beangga Harianto, S.IP., M.Si., M.Pd., Camat Kolono Timur, para kepala desa se-Kecamatan Kolono Timur, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai desa di wilayah Kolono Timur.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Kolono Timur. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa reses merupakan momentum strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, dan kebutuhan secara langsung kepada anggota DPRD. Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Kolono Timur memiliki potensi besar di sektor perkebunan, kelautan, dan pariwisata yang apabila dikelola dengan baik dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, Camat Kolono Timur juga mengingatkan adanya sejumlah persoalan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Di antaranya adalah masuknya pembangunan galangan kapal yang berpotensi mencemari perairan, maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan bom yang merusak ekosistem laut, serta meningkatnya keresahan masyarakat akibat peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang di lingkungan desa.
Dalam sambutannya, Bapak H. Beangga Harianto menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas dan kewajiban anggota DPRD sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Melalui reses, anggota DPRD dapat mendengar langsung suara masyarakat dan menjadikannya sebagai bahan perjuangan dalam pembahasan kebijakan serta program pembangunan daerah.
Menanggapi pemaparan Camat Kolono Timur, ia mengajak masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan potensi daerah dengan mengoptimalkan berbagai program pemerintah. Salah satu upaya yang ditekankan adalah penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih, yang diharapkan mampu menjadi wadah peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan reses ini juga dihadiri oleh Bapak Harudin, S.H., yang dalam penyampaiannya mengingatkan bahwa saat ini pemerintah berada dalam kondisi efisiensi anggaran. Kondisi tersebut berdampak pada pemangkasan anggaran di berbagai sektor, baik di tingkat pemerintah daerah maupun pemerintah desa. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman bersama dalam menyusun prioritas pembangunan agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.
Memasuki sesi tanya jawab dan diskusi, berbagai aspirasi disampaikan oleh perwakilan masyarakat. Faisal mengusulkan pembangunan gerbang perbatasan Kecamatan Kolono Timur sebagai identitas wilayah sekaligus penanda administratif. Ia juga menyampaikan kebutuhan bantuan bagi rumah ibadah, khususnya masjid yang belum memiliki fasilitas pendingin ruangan, serta mempertanyakan kejelasan honor bagi P3K paruh waktu yang dinilai masih belum memadai.
Ismail mengangkat persoalan program seragam gratis, terutama terkait sebagian anggaran yang dibebankan kepada Dana Desa. Ia berharap ke depan terdapat kejelasan pembagian kewenangan dan pembiayaan agar tidak membebani pemerintah desa.

Sementara itu, Budu Salam menyoroti perlunya pengelolaan yang lebih serius terhadap potensi wisata di Kolono Timur. Ia juga mengungkapkan keresahan masyarakat akibat maraknya peredaran narkoba di lingkungan desa, serta meminta perhatian terhadap pemeliharaan infrastruktur di Desa Amolengu.
Ketua BPD Desa Lambangi menyampaikan aspirasi terkait peningkatan jalan usaha tani guna mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Ia juga menanyakan kelanjutan bantuan ketahanan pangan, khususnya bantuan hewan ternak yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa.
Dari sektor pendidikan, Kepala Sekolah SMP Negeri 52 Konawe Selatan menyampaikan kebutuhan mendesak akan bantuan fasilitas laboratorium untuk menunjang proses belajar mengajar. Selain itu, ia juga mengusulkan pembangunan mushola sekolah sebagai sarana ibadah bagi siswa dan tenaga pendidik.
Aspirasi lainnya disampaikan oleh Amad Wanci yang mempertanyakan mekanisme kepesertaan BPJS yang ditanggung oleh pemerintah. Ia juga mengusulkan perbaikan dan pembangunan jalan serta talud di Desa Tumbu-Tumbu Jaya.
Sementara itu, Kepala Desa Ampera mengusulkan bantuan fasilitas pendidikan, termasuk pembangunan pagar sekolah guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.
Seluruh aspirasi yang disampaikan dalam sesi diskusi tersebut diterima dan dicatat oleh Bapak H. Beangga Harianto, S.IP., M.Si., M.Pd., untuk selanjutnya ditindaklanjuti dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan serta mekanisme yang berlaku di DPRD Kabupaten Konawe Selatan.
Kegiatan reses berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Besarnya partisipasi masyarakat menunjukkan tingginya harapan warga Kolono Timur terhadap peran DPRD dalam memperjuangkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. ADV





































