SULTRACK.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Konawe Selatan bersama Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Barantin) melakukan pemantauan kesehatan hewan dan pengambilan sampel darah ternak di Kecamatan Wolasi, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyebaran Tuberkulosis (TBC) pada hewan ternak sekaligus memastikan kondisi kesehatan ternak milik masyarakat.
Sejumlah ternak warga menjadi sasaran pemantauan dan pengambilan sampel darah. Sampel yang telah dikumpulkan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan di laboratorium sesuai prosedur yang berlaku untuk mengetahui status kesehatan ternak.
Kepala Disnakkeswan Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, SP., M.Si., mengatakan pengawasan dan pemeriksaan secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sekaligus produktivitas peternakan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan Barantin dalam melakukan pemantauan kesehatan hewan. Melalui pengambilan sampel dan pemeriksaan secara berkala, kita dapat memperoleh gambaran kondisi kesehatan ternak sekaligus melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya penyakit,” ujar Irwan.
Ia juga mengimbau para peternak untuk meningkatkan kebersihan kandang dan menerapkan biosecurity guna meminimalkan risiko penularan penyakit pada ternak.
Selain itu, peternak diminta segera melaporkan kepada petugas lapangan apabila menemukan hewan ternak yang menunjukkan gejala sakit atau perubahan kondisi kesehatan.
Menurut Irwan, pengawasan kesehatan hewan tidak hanya penting untuk mencegah penyebaran penyakit, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha peternakan masyarakat.
Disnakkeswan Konawe Selatan, kata dia, akan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan bersama instansi terkait guna menciptakan lingkungan peternakan yang sehat, aman, dan produktif.
Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap ternak masyarakat sekaligus menjaga kualitas dan produktivitas sektor peternakan di Kabupaten Konsel.
Editor: Redaksi













