KENDARI, SULTRACK.COM – Suasana penuh keceriaan menyambut kedatangan Bunda PAUD Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., di TK Negeri 1 Kendari yang berlokasi di Jalan Torada, Kecamatan Kadia, Senin (28/8/2025).
Kedatangan orang nomor satu di Kota Kendari itu disambut hangat dengan penampilan tarian tradisional Mondotambe yang dibawakan anak-anak didik sekolah tersebut.
Kunjungan ini menjadi momen perdana Siska Karina Imran setelah dirinya resmi diamanahkan sebagai Bunda PAUD Kota Kendari. Ia menegaskan, peran barunya ini bukan sekadar simbol, tetapi sebuah amanah besar untuk memastikan seluruh anak di Kendari mendapatkan kesempatan belajar yang berkualitas sejak usia dini.

“Langkah ini bukan hanya penting untuk Kota Kendari, tetapi juga menjadi kebanggaan karena termasuk yang pertama di tingkat nasional. Tugas Bunda PAUD adalah menyatukan semangat pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat agar bersama-sama membangun generasi muda sejak usia dini,” ujarnya.
Pendidikan Usia Dini, Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kendari menekankan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis sebagai pondasi dari program wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan Presiden. Menurutnya, tanpa pondasi yang kuat di tingkat PAUD, jenjang pendidikan berikutnya tidak akan maksimal.
“Pendidikan dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA bahkan perguruan tinggi harus ditopang oleh pembelajaran awal yang baik agar anak-anak dapat tumbuh cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” jelasnya.

Berdasarkan data, saat ini Kota Kendari telah memiliki lebih dari 180 lembaga PAUD yang tersebar di seluruh kecamatan. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam memajukan pendidikan sejak dini.
“Kehadiran lembaga PAUD tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang interaksi sosial bagi anak-anak. Dengan begitu mereka tidak merasa kesepian di rumah, melainkan bisa belajar beradaptasi, berbagi, dan bersosialisasi sejak dini,” tambahnya.
Peran Guru dan Orang Tua
Bunda PAUD Kendari juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, guru adalah figur kedua setelah orang tua di rumah, sehingga dalam mendidik harus penuh kasih sayang.
“Saya berharap para guru memperlakukan murid seperti anak sendiri. Kedekatan emosional akan membuat anak lebih mudah menyerap ilmu dan merasa nyaman berada di sekolah,” kata Siska.

Ia juga berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas para guru melalui pelatihan, workshop, dan rapat kerja sehingga mutu pendidikan anak usia dini di Kendari terus meningkat.
Selain guru, keterlibatan orang tua juga tidak kalah penting. Siska menekankan, pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga harus diperkuat di rumah. Orang tua diajak aktif mendampingi anak belajar, memberikan teladan yang baik, serta menciptakan lingkungan keluarga yang kondusif.
Wujud Kepedulian Pemerintah
Kunjungan Bunda PAUD di TK Negeri 1 Kendari tersebut bukan hanya seremonial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian Pemerintah Kota Kendari terhadap pendidikan usia dini. Melalui berbagai program, Pemkot Kendari berkomitmen menyediakan sarana pendidikan yang layak, meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, dan memperluas akses pendidikan hingga ke pelosok.
“Pendidikan anak usia dini adalah investasi jangka panjang. Jika pondasinya kuat, maka kita bisa melahirkan generasi emas yang siap menghadapi tantangan global,” tutup Wali Kota Kendari.
Kunjungan perdana Bunda PAUD Kota Kendari ini sekaligus menjadi tonggak awal gerakan bersama dalam memperkuat pendidikan anak usia dini di Kota Kendari. Harapannya, dengan dukungan semua pihak, Kendari dapat menjadi contoh kota yang sukses membangun generasi unggul sejak dini.***