KONSEL, SULTRACK.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Program Bidang Kesehatan Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati Konsel, Jumat (9/1/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinkes Konsel, Nurlita Jaya AS, S.Sos., M.Kes, dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah(Sekda) Konsel, seluruh Kepala Puskesmas se Konsel, para pengelola program kesehatan, serta seluruh peserta rapat lainnya.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai forum strategis, untuk memperkuat sinergi dan integrasi antara Dinkes dan seluruh Puskesmas, khususnya dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, serta evaluasi program kesehatan daerah.
Di tengah tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks mulai dari kesehatan ibu dan anak, penyakit menular dan tidak menular, gizi, imunisasi, hingga penguatan sistem kesehatan, koordinasi yang efektif dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program.
Dalam arahannya, Nurlita menegaskan Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu, capaian indikator kesehatan daerah sangat ditentukan oleh kinerja para Kepala Puskesmas, beserta seluruh pengelola program di lapangan.
Sementara itu, Dinkes berperan sebagai pembina teknis, koordinator, serta penjamin mutu pelayanan agar seluruh program berjalan selaras dengan kebijakan nasional dan daerah.
“Melalui rapat koordinasi ini, kita melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap capaian program kesehatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025. Evaluasi ini bukan untuk mencari kekurangan semata, tetapi menjadi dasar perbaikan, inovasi, dan penguatan pelaksanaan program ke depan,” ujar Nurlita Jaya.
Selain evaluasi capaian program, rapat koordinasi ini juga menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi terkait arah kebijakan pembangunan kesehatan daerah, sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD, Renstra Dinkes, serta keterkaitannya dengan Indikator Kinerja Utama dan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia menekankan bahwa setiap program kesehatan harus dilaksanakan secara terencana, terukur, dan akuntabel, dengan dukungan pencatatan dan pelaporan yang tepat waktu serta berkualitas.
“Pemanfaatan data yang valid dan akurat menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.
Di tengah keterbatasan sumber daya, baik dari sisi anggaran, tenaga kesehatan, maupun sarana dan prasarana, seluruh jajaran diharapkan dapat bekerja lebih efektif, efisien, dan inovatif.
Penguatan koordinasi lintas program dan lintas sektor, kerja tim yang solid, serta komunikasi yang terbuka dinilai sangat penting dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan daerah.
“Kualitas pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas utama. Pelayanan yang ramah, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap fasilitas pelayanan kesehatan,” tambahnya.
Kepala Puskesmas sebagai pimpinan unit pelayanan juga diharapkan mampu menjadi teladan dalam kepemimpinan, manajemen, dan pembinaan sumber daya manusia, serta mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi seluruh pengelola program.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan dan pelaporan kesehatan menjadi bagian penting dari transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Konawe Selatan.
Melalui rapat koordinasi ini, Nurlita menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan demi terwujudnya masyarakat yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SETARA).
Editor: Redaksi


































