KENDARI, SULTRACK.COM – Anggota DPD RI, La Ode Umar Bonte, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas tindakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), yang dinilai terlalu berlebihan atas rencana eksekusi aset lahan seluas 487 meter persegi, di Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari.
Dalam video resmi yang diunggah lewat akun resmi La Ode Umar Bonte yang berdurasi dua menit tersebut, terlihat sikap eks Gubernur Sultra, Nur Alam yang meluapkan kekecewaan dan kemarahannya terhadap kebijakan Pemprov Sultra, dihadapan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sultra, LM Ali Haswandy, serta Kasat Pol PP Sultra, Hamin Imbuh.
Bahkan, Nur Alam dalam video itu, merobek baju yang dikenakannya dan meminta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sultra, LM Ali Haswandy, serta Kasat Pol PP Sultra, Hamin Imbuh memanggil bos mereka untuk menembak dirinya.
“Bagaimana kalau saya buka baju, bunuh saya saja sekarang. Panggil bosmu suruh tembak saya sekarang, biar Presiden tahu bagaimana kelakuan Pemprov Sultra, terhadap mantan gubernurnya yang hanya menitipkan kendaraan tua, tapi dipermalukan dengan cara seperti ini,” tegas Nur Alam dalam video tersebut.
Usai pernyataan Nur Alam tersebut, video kemudian dilanjutkan oleh respon La Ode Umar Bonte yang menanggapi sikap berlebihan Pemprov Sultra, dan bahkan mengingatkan jabatan yang dipangkul dan diperoleh sekarang ini, jangan juga membuat menjadi sombong sampai melupakan orang lain.
“Pak Nur Alam ini mantan gubernur, mantan orang nomor satu di Sulawesi Tenggara, toko masyarakat. Kalau kalian tidak pernah menganggap beliau sebagai mantan gubernur, paling tidak kalian itu anggap beliau sebagai orang tua. Sebagai toko masyarakat. Toko masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Umar Bonte dalam video tersebut.
Kalau sudah sampai kalian (Pemprov Sultra) kasih seperti ini, cara-cara perlakukan orang. Menurut Umar Bonte tidak masuk akal, kasian Pak Nur Alam dikasih begini. Terlalu berlebihan. Jabatan apa yang membuat kalian buta sampai rasa hormat itu hilang? Kekuasaan apa yang membuat kalian buta sampai melupakan kebaikan-kebaikan orang? Pak Nur Alam ini pernah baik. Ada kebaikannya di masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Ada kebaikannya pada rakyat Sulawesi Tenggara. Jangan dibuat seperti ini. Tolonglah, saya sedih sekali lihat Pak Nur Alam dikasih begini. Demi Allah, beliau mantan gubernur. Sampai diperlakukan seperti ini, seperti sebatang kara beliau itu. Aduh. Manusia apa sebenarnya kalian itu ya? Tega sekali kalian. Sangat tega,” tuturnya sedih.
Editor: Redaksi































