KONAWE, SULTRACK.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR), menggelar aksi unjuk rasa mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait, segera menutup serta menghentikan seluruh aktivitas PT Razka Sarana Konstruksi.
Diketahui, aktivitas batching plant milik PT Razka Sarana Konstruksi, beroperasi di ruas Jalan Adipura–Rahabangga, Kelurahan Arombu, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Kamis (29/1/2026).
Dalam aksi di Kantor DPRD Konawe, massa menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada para wakil rakyat, agar segera mengambil langkah tegas terhadap aktivitas perusahaan yang dinilai bermasalah.
Setelah menyampaikan pernyataan sikap di Kantor DPRD, massa aksi kemudian melanjutkan menuju lokasi PT Razka Sarana Konstruksi. Aksi lanjutan tersebut berlangsung hingga malam hari sebagai bentuk keseriusan dan komitmen mahasiswa dalam mengawal tuntutan mereka.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan GEMPUR, Muh Halaqul Akram, menegaskan bahwa PT Razka Sarana Konstruksi diduga belum memenuhi sejumlah kewajiban perizinan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, serta kehidupan masyarakat sekitar.
“Kami mendesak Pemda Konawe dan Aparat Penegak Hukum (APH), untuk segera menutup dan menghentikan seluruh aktivitas PT Razka Sarana Konstruksi. Jangan sampai kepentingan rakyat dikorbankan demi keuntungan segelintir pihak,” tegasnya.
Selain persoalan perizinan, GEMPUR juga menyoroti dugaan minimnya transparansi perusahaan, serta lemahnya pengawasan dari pihak berwenang. Mereka menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami juga minta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap aktivitas perusahaan, termasuk evaluasi izin lingkungan dan operasional. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu,” jelasnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak DPRD Konawe menyampaikan bahwa aspirasi mahasiswa akan segera ditindaklanjuti dengan pembahasan di tingkat lintas komisi.
“Kami akan membahas persoalan ini secara serius melalui lintas komisi agar dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat,” ujar salah satu anggota DPRD Konawe, Teguh Rahmat saat menemui massa aksi.
GEMPUR menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait.
“Saya selaku Ketua Umum GEMPUR tidak akan berhenti menyuarakan kebenaran serta memberantas oligarki dan mafia perizinan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Razka Sarana Konstruksi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.
Reporter: Adi

































