KONSEL, SULTRACK.COM – Reses Masa Sidang II Tahun 2026 digelar di Desa Landabaro, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi dan kebutuhan pembangunan desa kepada wakil rakyat, Jumat (6/2/2026).
Reses tersebut dibuka oleh Kepala Desa Landabaro, Jetmar yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan agenda rutin anggota DPRD di setiap masa sidang. Ia menegaskan, masyarakat diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengusulkan program yang dianggap penting dan berdampak langsung pada pembangunan desa.
“Kami sangat berterima kasih karena Desa Landabaro dipilih sebagai titik reses. Ini menjadi kesempatan baik bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan,” ujar Kepala Desa.

Kegiatan reses ini dihadiri oleh Kepala Desa Landabaro, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua BPD, Ketua LPM, para Ketua RT, Kaur Pemerintahan Desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, anggota Karang Taruna, Majelis Taklim, aparat desa, serta masyarakat setempat.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Ramlan, S.IP, dalam sambutannya menegaskan bahwa reses merupakan perintah undang-undang yang wajib dilaksanakan setiap masa sidang.
“Reses ini sangat penting karena menjadi momentum untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat dan mendengar aspirasi yang menjadi kebutuhan utama warga. Silakan sampaikan usulan, terutama yang tidak dapat dibiayai melalui dana desa namun bersifat penting,” jelas Ramlan.

Ia juga menambahkan bahwa setiap anggota DPRD memiliki pokok-pokok pikiran atau dana aspirasi yang dapat digunakan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Usulan yang bersifat mendesak akan diprioritaskan untuk diperjuangkan.
Pada sesi tanya jawab, sejumlah warga menyampaikan aspirasi, di antaranya Marten yang mengusulkan bantuan bibit sapi. Minardin mengusulkan bantuan satu unit hand traktor mini dan pupuk pertanian. Sementara Jaya Kristian, warga Dusun IV, mengusulkan bantuan cultivator dan hand traktor.
Menanggapi hal tersebut, Ramlan menyampaikan bahwa usulan bantuan bibit sapi akan dikoordinasikan dengan pemerintah desa untuk dibuatkan proposal dan diteruskan ke dinas terkait. Untuk bantuan cultivator, ia memastikan akan tetap diperjuangkan, sementara bantuan alkon akan disampaikan pada pembahasan anggaran perubahan.

Selain itu, Imam Masjid setempat juga mengusulkan bantuan untuk masjid. Menurut Ramlan, dana bantuan rumah ibadah melalui bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) telah disiapkan sekitar Rp20 juta.
“Silakan pemerintah desa membuat proposal, nanti akan kami perkuat di bagian Kesra pada perubahan anggaran,” katanya.
Kepala Desa Landabaro, Jetmar dalam kesempatan itu juga menyampaikan sejumlah usulan mewakili masyarakat, antara lain pembangunan jalan usaha tani yang saat ini baru tahap pembukaan untuk mendukung area perkebunan seluas sekitar 10 hektare, bantuan alat pengaman tanaman jagung, serta bantuan rumah tidak layak huni (RTLH).
Menanggapi hal tersebut, Ramlan menyampaikan bahwa bantuan pupuk akan dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian. Sementara untuk jalan usaha tani, pihak desa diminta mengusulkan melalui Musrenbang yang akan datang dan akan dikawal ke dinas terkait.
Adapun bantuan pengaman tanaman akan dikoordinasikan dengan Dinas Perkebunan, sedangkan bantuan RTLH tetap akan diusulkan kembali meskipun terdampak efisiensi anggaran.
Kegiatan reses ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan DPRD dalam mendorong percepatan pembangunan di Desa Landabaro. ADV





































