KONSEL, SULTRACK.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Selatan (Konsel), Kabin melaksanakan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Desa Awalo, Kecamatan Benua, Senin (9/2/2026) pukul 15.30 Wita.
Kegiatan reses tersebut dibuka langsung oleh Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Konawe Selatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa reses merupakan agenda rutin anggota DPRD pada setiap masa sidang dan menjadi wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan desa.
“Melalui reses ini, masyarakat dipersilakan mengusulkan program yang dianggap penting dan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan desa,” ujarnya.

Reses dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Desa Awalo, Ketua BPD, Ketua LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, anggota Karang Taruna, Majelis Taklim, aparat desa, serta masyarakat Desa Awalo.
Dalam sambutannya, Kabin menegaskan bahwa reses merupakan perintah undang-undang yang wajib dilaksanakan setiap masa sidang sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Reses ini adalah momentum penting untuk bertatap muka dengan masyarakat dan mendengarkan kebutuhan riil yang harus diperjuangkan,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa sesuai amanat undang-undang, setiap anggota DPRD memiliki pokok-pokok pikiran yang akan menjadi prioritas dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Pada sesi tanya jawab, Kepala Dusun IV, Amirudin, mengusulkan perbaikan Jalan Poros Kosambi–Benua yang dinilai sangat membutuhkan perhatian. Sementara itu, Ketua BPD Desa Awalo, Jumardin, menyampaikan bahwa desa memiliki potensi besar di sektor perkebunan namun masih membutuhkan pupuk serta perbaikan deker plat di beberapa titik, khususnya di ruas jalan Kosambi.
Usulan lainnya disampaikan oleh Makka yang meminta bantuan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kabin menyatakan bahwa pemeliharaan dan perbaikan jalan merupakan kebutuhan penting demi kesejahteraan bersama. Namun, ia menjelaskan bahwa perbaikan Jalan Poros Kosambi–Awalo membutuhkan anggaran yang cukup besar.
“Saya tidak bisa menjanjikan lebih jauh, tetapi akan saya perjuangkan agar mendapatkan perhatian sehingga ke depan kondisinya bisa lebih baik,” ujarnya.
Terkait kebutuhan pupuk, Kabin menekankan pentingnya pembentukan kelompok tani agar penyaluran pupuk subsidi dapat tepat sasaran dan aktivitas kelompok dapat dilaporkan secara berkelanjutan. Sementara itu, untuk pembangunan sumur bor, ia menjelaskan bahwa kebutuhan anggarannya berkisar antara Rp25 juta hingga Rp50 juta per titik, sehingga perlu perhitungan matang.
Di akhir kegiatan, Kabin menegaskan komitmennya untuk konsisten mengawal aspirasi masyarakat sesuai tuntutan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.
“Semoga ke depan apa yang menjadi misi dan harapan masyarakat Desa Awalo dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.
Kegiatan reses tersebut ditutup dengan dialog bersama warga dan menjadi bagian dari laporan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. ADV





































