SULTRACK.COM — Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe menggelar Festival Mobil Hias Gema Takbir Konawe. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan mengusung semangat Konawe Bersahaja, melalui gema takbir sebagai sarana mempererat silaturahmi antarumat, Jumat (20/2/26).
Sebanyak 62 peserta yang terdiri atas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh kecamatan se-Kabupaten Konawe ambil bagian dalam festival tersebut. Setiap peserta menampilkan mobil hias dengan ornamen Islami yang kreatif dan sarat makna, diiringi lantunan takbir sepanjang rute yang telah ditetapkan.
Pawai mobil hias dimulai dari Kecamatan Wawotobi dan berakhir di depan Kantor Bupati Konawe, tepatnya di kawasan ICP. Iring-iringan kendaraan hias dipimpin langsung oleh wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, sehingga menambah semarak suasana malam takbiran.
Acara ini dihadiri oleh bupati konawe Yusran Akbar, ST bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, Ketua Dekranasda Kab.Konawe tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias menyaksikan jalannya festival.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan malam takbiran, tetapi juga sarana syiar Islam, ruang kreativitas masyarakat, dan penguat kebersamaan antarwarga.
Ia menilai tingginya antusiasme peserta terlihat dari kreativitas mobil hias yang ditampilkan oleh setiap kecamatan dan OPD. Festival ini, menurutnya, lahir dari semangat menghadirkan malam takbiran yang tertib, religius, dan memberi hiburan positif bagi masyarakat.
Bupati juga berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus berlanjut dalam berbagai agenda daerah. Salah satunya pada pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 2026 yang akan digelar di Konawe pada Juni mendatang.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung sportivitas dalam menerima hasil perlombaan. Menurutnya, esensi festival terletak pada partisipasi, kreativitas, dan semangat persaudaraan, bukan semata-mata pada kemenangan.
Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana memperkuat persaudaraan, menjaga ketertiban umum, serta membangun budaya saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Di akhir sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada unsur pengamanan, Forkopimda, dan anggota Pramuka yang telah mendukung kelancaran kegiatan.
Sementara itu, Wakil Bupati Konawe H.Syamsul Ibrahim,SE.,M.Si menyampaikan bahwa festival ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang tertib dan bernilai positif.
Ia mengapresiasi partisipasi seluruh peserta, panitia, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, organisasi kemasyarakatan, hingga kelompok majelis taklim yang turut memeriahkan kegiatan. Menurutnya, pelaksanaan festival mobil hias malam takbiran ini menjadi kebanggaan tersendiri karena menghadirkan inovasi dalam perayaan Idulfitri di Sulawesi Tenggara.
Wakil Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan festival menjadi modal penting bagi Konawe sebagai tuan rumah Seleksi Tilawatil Quran tingkat provinsi. Ia berharap seluruh elemen daerah kembali bersinergi menyiapkan pelayanan terbaik bagi tamu dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk dukungan terhadap UMKM lokal.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan kawasan publik, terutama di sekitar kompleks perkantoran pemerintah yang kini menjadi pusat aktivitas masyarakat. Menurutnya, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama dan bagian dari citra daerah.
Festival ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena selain menjadi hiburan, juga menjadi ajang kreativitas OPD dan kecamatan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
Setelah festival ditutup, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada peserta terbaik. Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian dewan juri terhadap aspek keindahan, kreativitas dekorasi, kekompakan tim, dan kesesuaian tema Islami yang ditampilkan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar semangat Bersahaja terus terjaga dan mampu memperkuat keharmonisan, persaudaraan, serta persatuan di tengah keberagaman masyarakat Konawe.
Reporter: Adi

















