SULTRACK.COM – Pagi itu, halaman Kantor Bupati Konawe Selatan di Kelurahan Potoro berubah menjadi lautan manusia. Hamparan sajadah berderet rapi, takbir bergema, dan wajah-wajah penuh syukur menyatu dalam satu tarikan napas kemenangan. Sabtu (21/3/2026), ribuan warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1446 Hijriah dengan khidmat.
Di barisan terdepan, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo tampak berdampingan dengan Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama Imran. Hadir pula Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Ketua Baznas Sultra, para kepala OPD, serta masyarakat dari Kecamatan Andoolo dan wilayah sekitar yang turut memadati lokasi.
Dalam sambutannya, Irham tidak sekadar menyampaikan ucapan seremonial. Ia mengajak jamaah menyelami makna Idulfitri sebagai ruang perenungan, bukan hanya perayaan.
“Idul Fitri adalah kemenangan setelah sebulan penuh kita menahan diri. Di hari yang suci ini, kami atas nama pemerintah daerah memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perjalanan pemerintahan selama setahun terakhir yang diwarnai berbagai upaya dan tantangan. Di tengah keterbatasan anggaran, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap bergerak.
“Kami menyadari belum semua kebijakan mampu memuaskan semua pihak. Namun dalam sisa masa kepemimpinan ini, kami akan mengoptimalkan pelayanan dan menjalankan program demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Usai sambutan, suasana kembali larut dalam kekhusyukan Salat Idul Fitri berjamaah. Khutbah disampaikan Ketua Baznas Sultra, Punardin, yang mengangkat tema tentang pentingnya pengelolaan zakat secara partisipatif sebagai jalan menuju keadilan sosial.
Dalam pesannya, zakat digambarkan bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan yang mampu menghubungkan jurang kesenjangan. Jika dikelola bersama, zakat dinilai dapat menjadi kekuatan nyata dalam mengurangi kemiskinan dan mendorong pemerataan kesejahteraan di Konawe Selatan.
Setelah rangkaian ibadah, suasana pun mencair dalam tradisi musafahah. Satu per satu warga menyalami pimpinan daerah, menghadirkan kehangatan yang sulit ditakar angka. Momentum ini kemudian berlanjut dalam Open House di Rumah Jabatan Bupati, yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Di sana, sekat-sekat jabatan seolah luluh. Yang tersisa hanyalah kebersamaan, seperti pesan Idul Fitri itu sendiri: kembali bersih, kembali dekat, dan kembali saling menguatkan.
Editor: Redaksi

















