SULTRACK.COM – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Exodus Kendari beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut dinilai bukan kali pertama terjadi dan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo, mengatakan keberadaan THM seperti Exodus kini memicu kekhawatiran publik sehingga Pemerintah Kota Kendari diminta mengambil langkah tegas.
“Kasus penganiayaan yang terjadi di THM Exodus bukan pertama kali, tetapi sudah berulang kali terjadi. Ini tidak bisa terus dibiarkan karena menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat,” ujar Hendro kepada media ini, Jumat (8/5/2026).
Ampuh Sultra pun mendesak Pemerintah Kota Kendari untuk segera mencabut izin operasional THM Exodus. Selain itu, mereka juga meminta diterbitkannya Surat Keputusan (SK) moratorium terhadap Tempat Hiburan Malam di Kota Kendari.
Menurut Hendro, menjamurnya THM di Kota Kendari dinilai tidak lagi sejalan dengan identitas daerah yang selama ini dikenal sebagai Kota Bertakwa.
“Pemkot Kendari harus mempertimbangkan kembali marwah Kota Kendari sebagai Kota Bertakwa. Jangan sampai slogan itu bertolak belakang dengan kondisi di lapangan yang justru dipenuhi tempat hiburan malam,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ampuh Sultra juga menyoroti dugaan lemahnya pengawasan pihak pengelola THM Exodus, khususnya terkait keamanan lingkungan, kepatuhan terhadap jam operasional, hingga pencegahan tindak kriminal dan pelanggaran norma sosial.
“Setiap tempat usaha memiliki kewajiban menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai kewajiban itu diabaikan. Persoalan keamanan lingkungan dan pencegahan tindak kejahatan harus menjadi perhatian serius,” tambah Hendro.
Di akhir pernyataannya, Ampuh Sultra meminta Pemerintah Kota Kendari menunjukkan ketegasan terhadap THM Exodus demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
“Kami meminta Pemkot Kendari berani mengambil keputusan tegas dengan mencabut rekomendasi izin operasional THM Exodus,” tutupnya.
Editor: Redaksi













