KENDARI, SULTRACK.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi menyerahkan kendaraan pengangkut sampah kepada 11 kecamatan, sebagai langkah memperkuat efektivitas layanan kebersihan di seluruh wilayah kota. Hal ini disampaikan Wali Kota Kendari dalam rapat penilaian Adipura tahap II di ruang rapat Wali Kota Kendari.
Penyerahan ini menjadi bagian dari implementasi Program Lulo, yang sebelumnya telah dipaparkan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dalam evaluasi KPPD, Sabtu (28/11/2025).
Penyerahan kendaraan dilakukan oleh Asisten I Setda Kota Kendari mewakili Wali Kota Kendari kepada para camat, disertai dengan serah terima sopir, serta petugas kebersihan yang akan mengoperasikan unit kendaraan tersebut. Seluruh armada tersebut mulai beroperasi efektif pada 29 November 2025.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk mengubah sistem pengangkutan sampah yang selama ini terpusat pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), menjadi lebih mandiri di tingkat kecamatan.
“Penyerahan kendaraan ini merupakan bagian dari Program Lulo yang sedang kita jalankan. Melalui skema baru ini, kecamatan dapat bergerak lebih cepat dan efektif dalam menjaga kebersihan lingkungannya,” ujarnya.
Siska menambahkan, program ini akan menjadi salah satu aspek penilaian dari Kementerian Dalam Negeri terkait efektivitas inovasi pelayanan publik yang dilakukan pemerintah daerah. Dengan devolusi fungsi ini, kecamatan diharapkan lebih proaktif dalam mengatur ritme, rute, serta penanganan sampah harian.
DLHK saat ini memiliki total 37 kendaraan pengangkut sampah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 unit resmi diserahkan ke kecamatan, sementara dua unit lainnya disiagakan tetap di DLHK untuk kebutuhan khusus dan penanganan darurat.
Dengan pengalihan armada ini, Pemkot Kendari berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan merata hingga ke wilayah permukiman. Pemerintah juga meminta kecamatan menjaga armada dan memaksimalkan pelayanan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan layak huni.
Kehadiran kendaraan pengangkut sampah di setiap kecamatan diharapkan mampu mempercepat respon terhadap keluhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari keberhasilan Program Lulo.
Editor: Redaksi
































