SULTRACK.COM – Dalam rangka memperingati Hari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) ke-46 Tahun 2026, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), menghadirkan inovasi kreatif melalui kegiatan Lomba Literasi Digital Gen Z 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi digital di kalangan generasi muda agar lebih cerdas, kreatif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Mengusung tema “Bijak Bermedia Digital: Mewujudkan Generasi Kreatif, Cerdas, dan Bertanggung Jawab”, lomba tersebut menyasar pelajar usia 15 hingga 18 tahun di Kabupaten Konsel, Senin (18/5/2026).
Melalui lomba ini, peserta ditantang membuat video edukasi pendek berdurasi 30 detik hingga 1 menit Format Lanscape dengan resolusi minimal HD.
Adapun batas akhir produksi dan pengunggahan karya peserta ditetapkan pada 26 Mei 2026, sementara proses penilaian dewan juri sekaligus pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 2 Juni 2026.
Konten yang dibuat diharapkan mampu menghadirkan pesan edukatif, kreatif, inspiratif, serta mengangkat nilai budaya lokal dan semangat literasi digital di tengah derasnya arus informasi media sosial.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Konsel, Setianingsih Mangidi, S.TP., M.AP mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai aset masa depan bangsa yang harus diarahkan menuju pemanfaatan teknologi secara positif dan produktif.
“Generasi muda merupakan aset masa depan bangsa yang harus dijaga dan dibimbing. Melalui Lomba Literasi Digital Gen Z, peran generasi muda tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa nilai edukasi, budaya lokal, dan semangat kemajuan daerah menuju masyarakat yang literat dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga sarana edukasi dalam meningkatkan pemahaman literasi digital, menumbuhkan kesadaran anti-hoaks, memperkuat etika bermedia sosial, serta mengembangkan kemampuan komunikasi generasi muda di era digital.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Selatan, Saiful Akbar Kalenggo, SH., MH.
Ia menilai kemampuan literasi di era modern tidak lagi terbatas pada membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami informasi dan menggunakan teknologi secara bijak.
“Di era digital saat ini, kemampuan literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang memahami informasi, memilah fakta, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijak. Saya mengapresiasi upaya Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah dalam meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda. Selamat berkompetisi di Lomba Literasi Digital Gen Z 2026 Kabupaten Konawe Selatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Literasi Digital Gen Z 2026, Suartin S.Pd., MM menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang positif bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui media digital.
“Melalui Lomba Literasi Gen Z 2026 Kabupaten Konawe Selatan, generasi muda diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan komunikasi, serta kemampuan berinovasi melalui media digital,” jelasnya.
Sebagai Fasilitator Daerah Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Konawe Selatan, Suartin juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum penting dalam membangun generasi muda yang mampu membawa identitas budaya lokal ke ruang digital secara positif dan membanggakan.
“Kami berharap semangat literasi digital di kalangan generasi muda terus tumbuh, sehingga mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat, edukatif, dan produktif di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini,” tutup Suartin.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konsel menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan perpustakaan sebagai pusat literasi modern yang tidak hanya identik dengan buku, tetapi juga menjadi ruang tumbuh kreativitas, inovasi, dan pengembangan kapasitas generasi muda di era digital.
Editor: Redaksi













