SULTRACK.COM – Pemerintah Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Akun-akun tersebut dipastikan tidak memiliki kaitan dengan pemerintah maupun pribadi wali kota.
Imbauan ini mencuat setelah beredarnya sejumlah akun yang menggunakan nama dan identitas wali kota untuk menjalankan aksi penipuan. Modus yang digunakan terbilang rapi dan sistematis, dimulai dari menyapa korban secara personal, menanyakan kabar, hingga mengajak berdonasi untuk pembangunan masjid dan pondok pesantren.
Pelaku umumnya menggunakan bahasa sopan bernuansa religius untuk membangun kedekatan emosional dengan calon korban. Setelah kepercayaan terbentuk, korban kemudian diarahkan untuk mengirimkan sejumlah uang ke rekening tertentu yang tidak resmi.
Pemerintah Kota Kendari menegaskan bahwa seluruh bentuk permintaan donasi yang mengatasnamakan wali kota melalui pesan pribadi maupun akun yang tidak terverifikasi adalah tidak benar. Setiap program resmi pemerintah, termasuk kegiatan sosial dan keagamaan, selalu disampaikan melalui kanal resmi dan bersifat terbuka untuk publik.
Masyarakat diminta agar tidak mudah percaya terhadap pesan mencurigakan, terlebih yang berkaitan dengan permintaan uang. Verifikasi informasi menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan, apalagi jika mencatut nama pejabat publik.
Selain itu, warga juga diimbau untuk segera melaporkan akun mencurigakan kepada pihak berwenang atau melalui kanal pengaduan resmi pemerintah. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah munculnya korban baru sekaligus memutus rantai penipuan digital yang kian marak.
Pemkot Kendari berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh akun yang tidak jelas. Dengan kewaspadaan bersama, potensi penipuan dapat diminimalisir dan kepercayaan publik terhadap informasi resmi tetap terjaga.
Editor: Redaksi

















