SULTRACK.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara berlangsung meriah melalui gelaran Pawai Budaya Harmoni yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota, Sabtu (25/4/26).
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama yang menyedot perhatian masyarakat, dengan ragam penampilan budaya yang menggambarkan kekayaan tradisi daerah.
Suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa sejak awal kegiatan ketika Sekretaris Daerah secara resmi melepas jalannya pawai budaya sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Provinsi. Dengan ungkapan pembuka yang sarat makna, dimulainya kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang telah memadati lokasi acara.
Pawai budaya tersebut diikuti oleh ribuan peserta yang bergerak menyusuri kawasan Lapangan Eks-MTQ Kendari. Sepanjang rute yang dilalui, peserta menampilkan beragam kekayaan tradisi serta potensi unggulan dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan yang menarik, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya daerah kepada masyarakat luas.
Barisan pembuka diawali oleh pasukan Paskibraka yang tampil rapi dan disiplin, kemudian disusul oleh penampilan energik Marching Band SMAN 4 Kendari. Selanjutnya, turut ambil bagian unsur POLRI, organisasi masyarakat Tamalaki, BKMT Sultra, hingga delegasi dari Universitas Muhammadiyah. Rangkaian tersebut menjadi awal dari defile panjang yang menampilkan keberagaman etnis dan budaya yang hidup harmonis di Bumi Anoa.
Sorak sorai masyarakat yang memadati lokasi turut menambah semarak suasana. Setiap penampilan disambut dengan antusias, menciptakan atmosfer perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.
Bupati Konawe Yusran Akbar turut ambil bagian dalam pawai tersebut bersama rombongan. Kehadiran rombongan Konawe semakin menambah semarak kegiatan, terlebih dengan balutan busana adat khas Konawe yang mencerminkan identitas budaya lokal. Penampilan tersebut terlihat atraktif dengan berbagai ornamen dan unsur tradisional yang memikat perhatian masyarakat.
Sepanjang rute pawai di Kota Kendari, antusiasme masyarakat begitu terasa. Warga memadati sisi jalan untuk menyaksikan beragam pertunjukan, mulai dari tarian tradisional, musik daerah, hingga berbagai kreasi seni yang ditampilkan oleh masing-masing peserta. Suasana penuh warna dan semangat kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan.
Pawai Budaya Harmoni Sultra menjadi simbol keberagaman yang hidup berdampingan secara harmonis di Bumi Anoa. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga berperan penting dalam pelestarian budaya serta memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada generasi mendatang.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya lokal diharapkan tetap terjaga dan terus diwariskan, sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
Editor: Redaksi















