• Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kemitraan
  • Tentang Kami
Senin, Mei 11 2026
Sultrack.com
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • All
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Buton
    • Buton Selatan
    • Buton Tengah
    • Buton Utara
    • Kendari
    • Kolaka
    • Kolaka Timur
    • Kolaka Utara
    • Konawe
    • Konawe Kepulauan
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Muna
    • Muna Barat
    • Wakatobi
    Air Terjun Moramo, Kabupaten Konawe Selatan

    Air Terjun Moramo Masuk 10 Besar API Awards 2026, Pemda Konsel Ajak Masyarakat Beri Dukungan

    Mantan Gubernur Sultra, Nur Alam

    Nur Alam Soroti Kompetensi Dirut Bank Sultra, Minta OJK Perketat Pengawasan

    THM Exodus Kendari

    Ampuh Sultra Desak Pemkot Kendari Cabut Izin THM Exodus Usai Dugaan Penganiayaan

    Rakor Pencegahan Korupsi Bidang Pertanahan dan Aset BMD di Kantor Gubernur Sultra

    Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi, Bupati Konsel Siap Tertibkan Aset Pemda

    Bupati Konsel, Irham Kalenggo melepas 99 jemaah haji asal Konsel

    Bupati Konsel Lepas 99 Jemaah Haji Tahun 2026, Terbanyak Kecamatan Tinanggea

    Bupati Konawe menerima penghargaan penanganan stunting dari Gubernur Sultra

    Konawe Raih Peringkat II Penanganan Stunting se Sultra 2026

    Wabup Konsel menghadiri FHD OJK Sulampua

    FGD OJK Sulampua, Wabup Konsel Paparkan Strategi Dongkrak Produktivitas Kakao

    Bupati Konsel, Irham Kalenggo memimpin Rakor TPID

    Jaga Stabilitas Harga, Bupati Konsel Tekankan Kolaborasi Dalam Rakor TPID

    Bupati Konsel, Irham Kalenggo

    Bupati Konsel Bakal Perjuangkan Perbaikan Jalan dan Irigasi di Musrenbang Sultra

    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • All
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Buton
    • Buton Selatan
    • Buton Tengah
    • Buton Utara
    • Kendari
    • Kolaka
    • Kolaka Timur
    • Kolaka Utara
    • Konawe
    • Konawe Kepulauan
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Muna
    • Muna Barat
    • Wakatobi
    Air Terjun Moramo, Kabupaten Konawe Selatan

    Air Terjun Moramo Masuk 10 Besar API Awards 2026, Pemda Konsel Ajak Masyarakat Beri Dukungan

    Mantan Gubernur Sultra, Nur Alam

    Nur Alam Soroti Kompetensi Dirut Bank Sultra, Minta OJK Perketat Pengawasan

    THM Exodus Kendari

    Ampuh Sultra Desak Pemkot Kendari Cabut Izin THM Exodus Usai Dugaan Penganiayaan

    Rakor Pencegahan Korupsi Bidang Pertanahan dan Aset BMD di Kantor Gubernur Sultra

    Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi, Bupati Konsel Siap Tertibkan Aset Pemda

    Bupati Konsel, Irham Kalenggo melepas 99 jemaah haji asal Konsel

    Bupati Konsel Lepas 99 Jemaah Haji Tahun 2026, Terbanyak Kecamatan Tinanggea

    Bupati Konawe menerima penghargaan penanganan stunting dari Gubernur Sultra

    Konawe Raih Peringkat II Penanganan Stunting se Sultra 2026

    Wabup Konsel menghadiri FHD OJK Sulampua

    FGD OJK Sulampua, Wabup Konsel Paparkan Strategi Dongkrak Produktivitas Kakao

    Bupati Konsel, Irham Kalenggo memimpin Rakor TPID

    Jaga Stabilitas Harga, Bupati Konsel Tekankan Kolaborasi Dalam Rakor TPID

    Bupati Konsel, Irham Kalenggo

    Bupati Konsel Bakal Perjuangkan Perbaikan Jalan dan Irigasi di Musrenbang Sultra

    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Sultrack.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
Home Opini

Aspal Buton dan Ironi Hilirisasi Nasional

Sultrack News by Sultrack News
11 Mei 2026
0 0
A A
0
Aspal Buton dan Ironi Hilirisasi Nasional
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Asma Sulistiawati (Pegiat Literasi)

SULTRACK.COM – Pemerintah terus menggencarkan agenda hilirisasi sebagai strategi industrialisasi nasional dan jalan menuju kemandirian ekonomi. Namun, polemik terbaru terkait Aspal Buton justru memperlihatkan paradoks yang selama ini kerap luput dari perhatian: sumber daya diambil dari daerah, tetapi nilai tambah industrinya berpotensi dinikmati wilayah lain.

Isu ini mencuat setelah muncul kabar bahwa fasilitas hilirisasi Aspal Buton akan dibangun di Karawang, Jawa Barat. Wacana tersebut memicu penolakan dari berbagai pihak di Sulawesi Tenggara, khususnya masyarakat dan tokoh daerah Buton yang menilai kebijakan tersebut tidak berpihak pada daerah penghasil.

Media Perwirasatu pada 8 Mei 2026 memberitakan bahwa polemik bermula dari kekhawatiran publik atas rencana penempatan fasilitas produksi di Karawang, padahal bahan baku utama berasal dari Pulau Buton. Masyarakat menilai kebijakan tersebut berpotensi menghilangkan nilai tambah ekonomi yang seharusnya dirasakan langsung oleh daerah penghasil.

Pada 6 Mei 2026, Wakil Bupati Buton juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah belum memperoleh penjelasan resmi dari pemerintah pusat terkait arah kebijakan hilirisasi tersebut. Ia menegaskan, apabila hilirisasi benar-benar dijalankan, maka semestinya fasilitas pendukung dibangun di wilayah asal sumber daya agar dampak ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan industri lokal dapat dirasakan masyarakat setempat.

Gelombang kritik juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Pada 3 Mei 2026, DPW Baranusa Sulawesi Tenggara secara terbuka menolak rencana hilirisasi Aspal Buton di Karawang dan meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan tersebut. Mereka menilai pembangunan industri di luar daerah asal bertentangan dengan semangat pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi.

Polemik ini membuka persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar lokasi pabrik.
Selama ini, jargon hilirisasi selalu dipromosikan sebagai solusi agar Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah. Secara konsep, gagasan ini memang terdengar ideal. Sumber daya diolah di dalam negeri, nilai tambah meningkat, lapangan kerja tercipta, dan ketergantungan impor berkurang.

Namun, hilirisasi sejati tidak berhenti pada aktivitas pengolahan semata. Hilirisasi seharusnya memastikan bahwa nilai tambah ekonomi, pembangunan industri, penyerapan tenaga kerja, dan efek berganda ekonomi benar-benar kembali ke wilayah penghasil sumber daya.

Jika bahan baku diambil dari Buton, tetapi pengolahannya dipusatkan di luar daerah, maka yang terjadi bukan hilirisasi yang berkeadilan, melainkan pemindahan manfaat ekonomi.
Daerah penghasil tetap berada pada posisi lama: menyediakan sumber daya, menanggung dampak eksploitasi, tetapi menikmati manfaat yang terbatas.

Inilah ironi pembangunan nasional kita.
Daerah kaya sumber daya sering kali hanya menjadi basis ekstraksi. Kekayaan alam diambil, dikirim, diolah, dan dinaikkan nilainya di wilayah lain yang infrastrukturnya sudah lebih siap. Sementara daerah asal kembali menunggu tetesan manfaat yang belum tentu signifikan. Akibatnya, narasi hilirisasi berisiko berubah menjadi slogan ekonomi tanpa transformasi struktural yang sungguh-sungguh berpihak pada daerah.

Problem seperti ini tidak lahir secara kebetulan. Ia merupakan konsekuensi dari sistem ekonomi kapitalistik yang menempatkan sumber daya alam terutama sebagai instrumen pertumbuhan, investasi, dan akumulasi nilai ekonomi. Ukuran keberhasilan kebijakan lebih sering bertumpu pada angka investasi, ekspor, dan industrialisasi nasional, bukan pada distribusi manfaat yang adil bagi masyarakat di wilayah penghasil.

Akibatnya, daerah penghasil rentan diposisikan sekadar sebagai pemasok bahan baku. Sementara akumulasi modal, pusat industri, dan nilai tambah ekonomi lebih banyak terkonsentrasi pada wilayah yang telah lebih siap secara infrastruktur, pasar, dan jaringan industri.

Buton sejatinya bukan wilayah miskin potensi. Aspal Buton merupakan aset strategis nasional yang telah lama disebut sebagai solusi pengurangan impor aspal dan penguatan industri nasional. Namun, pertanyaan mendasarnya sederhana: jika sumber dayanya berasal dari Buton, mengapa pusat pengolahannya justru tidak diprioritaskan di Buton?

Dalih efisiensi, infrastruktur, dan kedekatan pasar sering digunakan untuk menjelaskan sentralisasi industri di Jawa. Tetapi logika ini justru memperkuat pola pembangunan yang terpusat dan membuat daerah kembali diposisikan sebagai penyedia bahan baku dalam format yang sedikit lebih modern.

Padahal tujuan besar hilirisasi semestinya bukan sekadar meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi nasional atau memperkuat posisi ekspor Indonesia. Hilirisasi juga harus menjadi instrumen pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah.
Jika industri strategis tetap ditarik ke pusat-pusat ekonomi lama, maka ketimpangan struktural hanya direproduksi dalam format baru.

Dalam Pandangan Islam, pengelolaan sumber daya alam tidak boleh semata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi makro atau kepentingan industrialisasi nasional yang abstrak. Negara wajib memastikan pengelolaan kekayaan alam benar-benar menghadirkan kemaslahatan yang adil bagi seluruh rakyat.

Sumber daya alam adalah amanah yang harus dikelola untuk kepentingan publik, bukan sekadar komoditas pembangunan yang manfaat utamanya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Negara dalam Islam bukan sekadar regulator investasi dan fasilitator industri. Negara adalah pengurus urusan rakyat (ri’ayah syu’un al-ummah) yang bertanggung jawab memastikan distribusi manfaat kekayaan alam berlangsung secara adil.

Artinya, pembangunan industri harus mempertimbangkan kemanfaatan langsung bagi masyarakat di wilayah asal sumber daya. Lapangan kerja, pembangunan infrastruktur, penguatan kapasitas SDM, dan tumbuhnya industri lokal harus menjadi bagian integral dari kebijakan.

Dengan paradigma ini, daerah tidak lagi diposisikan hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi sebagai pusat pertumbuhan yang ikut menikmati hasil pengelolaan kekayaannya.
Polemik Aspal Buton memberi pelajaran penting bahwa hilirisasi tanpa keadilan spasial hanya akan melahirkan pola lama dalam kemasan baru.

Sumber daya diambil dari daerah. Nilai tambah dipindahkan ke pusat. Daerah kembali menjadi penonton di atas kekayaannya sendiri.
Jika pola ini terus dipertahankan, maka jargon hilirisasi akan tetap terdengar megah di tingkat nasional, tetapi gagal menjawab pertanyaan sederhana rakyat daerah: apa yang sebenarnya kami dapatkan dari kekayaan alam kami sendiri?

Sebab pembangunan yang adil tidak cukup diukur dari jumlah proyek strategis atau angka investasi. Ia diukur dari siapa yang benar-benar merasakan manfaatnya. Dan selama daerah penghasil tetap berada di pinggir rantai nilai industrinya sendiri, maka ironi hilirisasi nasional akan terus berulang.

Editor: Redaksi

Tags: Aspal ButonButonHilirisasiNasional
ShareTweetSend
Previous Post

Air Terjun Moramo Masuk 10 Besar API Awards 2026, Pemda Konsel Ajak Masyarakat Beri Dukungan

Berita Terkait

Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

5 Mei 2026
Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

26 April 2026
Ilustrasi

Ada Apa Dengan Buton? Ketika Dendam dan Cemburu Tersulut, Nyawa Jadi Tumbal

12 April 2026

Pemerintahan Adalah Proses Berkelanjutan, Bukan Ajang Klaim Pribadi

Urgensi Penerapan K3 Jalan Tambang Demi Keselamatan dan Kenyamanan Masyarakat

Hukum Bukan Hastag: Membela Siska Karina Imran Dari Jerat Opini Sesat dan Intrik Politik

Leave Comment
Sultrack.com

Ikuti berita terbaru dari berbagai
sudut pandang yang menarik.
Update Beritamu Disini!

Hubungi Kami » 0823-4458-2658

Advertorial

Bupati Konawe Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-63 Untuk Gubernur Sultra

Musrenbang Kolono Timur Disorot, DPRD Minta Bupati Konsel Ganti Kepala OPD Yang Absen

Ketua DPRD Konsel Pimpin Musrenbang Kolono, Usulan Disampaikan Terbuka dan Terarah

Berita Nasional

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dr. Teguh Santosa

Peran Strategis Media Siber, JMSI Ajak Kolaborasi Majukan Pendidikan

3 Mei 2026

Karya Jurnalistik Harus Dilindungi, Dewan Pers Serahkan Masukan ke Pemerintah

24 April 2026

Trending

#Sultra, #Headline, #KotaKendari, #PolrestaKendari, #KKP_Kendari, #PoldaSultra, #KonaweUtara, #Kolaka.

Ikuti Kami

  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kemitraan
  • Tentang Kami

© 2025 SultrackNews - Dibuat dengan hati ❤

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini

© 2025 SultrackNews - Dibuat dengan hati ❤