SULTRACK.COM – Bandara Internasional Haluoleo Kendari mulai menggunakan Bahasa Tolaki dalam pengumuman kepada penumpang. Selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, bahasa daerah tersebut kini turut diperdengarkan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT), Selasa (4/8/2026).
Ketua DPP LAT, Lukman Abunawas, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bandara Haluoleo yang dinilai menjadi bentuk nyata penghormatan terhadap identitas masyarakat Tolaki.
“Kami dari DPP LAT sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Bandara Haluoleo yang telah menggunakan Bahasa Tolaki dalam pengumuman. Ini bentuk nyata penghormatan terhadap identitas dan jati diri orang Tolaki,” ujar Lukman Abunawas.
Menurutnya, bandara merupakan pintu gerbang pertama yang ditemui wisatawan maupun tamu dari luar daerah. Karena itu, penggunaan Bahasa Tolaki di ruang publik dinilai mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu.
“Bahasa adalah ruh sebuah bangsa. Kalau di bandara saja sudah digaungkan, maka pelan-pelan Bahasa Tolaki akan hidup kembali di ruang-ruang publik. Kami berharap kebijakan ini bisa ditiru instansi dan tempat publik lainnya di Sultra,” katanya.
Sementara itu, pihak Bandara Internasional Haluoleo menjelaskan penggunaan Bahasa Tolaki dalam pengumuman merupakan bagian dari komitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat lokal sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.
DPP LAT juga berharap langkah tersebut tidak berhenti pada pengumuman suara. Ke depan, penggunaan Bahasa Tolaki diharapkan dapat diperluas melalui papan informasi, tulisan, hingga sapaan budaya di berbagai sudut bandara sehingga semakin memperkuat identitas lokal di ruang publik.
Editor: Redaksi














