SULTRACK.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali merilis indikator strategis terkini yang mencakup inflasi, Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor-impor, transportasi, hingga perkembangan pariwisata.
Rilis tersebut disampaikan Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, dalam siaran pers di Kantor BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (1/4/2026).
Dalam laporannya, BPS mencatat pada Maret 2026 Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami inflasi secara tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 3,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,55.
Secara wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kolaka sebesar 6,02 persen dengan IHK 114,72. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Konawe sebesar 1,81 persen dengan IHK 111,14.
Kenaikan inflasi dipicu oleh meningkatnya harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 3,10 persen, disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak 7,31 persen.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,24 persen, kesehatan 0,46 persen, transportasi 1,52 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 2,06 persen, pendidikan 4,34 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,57 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 12,03 persen.
Di sisi lain, BPS mencatat adanya deflasi pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami penurunan sebesar 0,16 persen, sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,25 persen.
Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), inflasi Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 0,41 persen, sedangkan secara tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 1,77 persen.
BPS menilai perkembangan inflasi ini menjadi indikator penting dalam memantau stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sekaligus menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi di wilayah Sultra.
Editor: Redaksi
















