SULTRACK.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Bedah Buku Prinsipil Ekonomi karya Ferry Irwandi, sebagai puncak rangkaian peringatan World Book Day 2026, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung melalui sinergi bersama Balai Bahasa dan Dinas Perpustakaan Sultra, dengan melibatkan komunitas literasi, mahasiswa, penggiat literasi, serta masyarakat umum di Sultra.
Agenda tersebut menjadi bentuk komitmen Bank Indonesia Sultra dalam mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat, khususnya literasi ekonomi, yang dinilai penting sebagai fondasi dalam memperkuat efektivitas implementasi kebijakan Bank Indonesia di daerah.
Penguatan literasi di Sultra masih menjadi pekerjaan besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Sultra pada 2025 tercatat sebesar 58,64. Sementara itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sultra per Februari 2026 berada di angka 29,24 dan masih masuk kategori rendah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem literasi harus terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kontribusi tersebut, BI Sultra menyediakan fasilitas perpustakaan yang dapat diakses masyarakat umum pada hari dan jam operasional kantor, yakni Senin hingga Jumat pukul 08.00–17.00 WITA.
Selain layanan perpustakaan fisik, BI juga menghadirkan layanan perpustakaan digital gratis melalui aplikasi iBi Library. Hingga Semester I tahun 2026, Perpustakaan BI telah menyediakan sebanyak 7.052 koleksi cetak dan elektronik yang dapat diakses masyarakat.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pengetahuan sekaligus memperkuat budaya baca di tengah masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman ilmu ekonomi saat ini bukan lagi hanya menjadi kebutuhan mahasiswa ekonomi, tetapi telah menjadi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, di tengah dinamika global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, literasi ekonomi menjadi bekal penting agar masyarakat mampu berpikir kritis, memahami berbagai fenomena ekonomi secara lebih jernih, serta mengambil keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Sejalan dengan hal tersebut, buku Prinsipil Ekonomi dipilih sebagai bahan utama dalam kegiatan bedah buku karena dinilai relevan dengan kebutuhan literasi masa kini. Buku ini membahas fondasi logika ekonomi dalam pengambilan keputusan sehari-hari, serta dikemas dengan gaya bahasa yang sederhana dan dekat dengan generasi muda,” jelas Edwin.
Selain kegiatan bedah buku, rangkaian World Book Day BI Sultra 2026 juga diisi dengan berbagai aktivitas literasi kreatif dan inspiratif, seperti Lomba Musikalisasi Puisi dan Lomba Reels Resensi Buku.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda dan komunitas literasi untuk mengekspresikan minat baca melalui pendekatan yang lebih dekat dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat semangat literasi di tengah masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, BI Sultra berharap budaya membaca tidak hanya menjadi perayaan sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.
Editor: Redaksi













