SULTRACK.COM – Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (8/7/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) itu disambut langsung oleh Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi.
Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi Kabupaten Konawe Selatan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Konsel dalam mendukung Program SETARA (Sehat, Cerdas, dan Sejahtera) yang diinisiasi Bupati Irham Kalenggo.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Irham memaparkan bahwa Konawe Selatan memiliki sejarah panjang sebagai salah satu kawasan transmigrasi nasional sejak 1968. Hingga kini, sektor transmigrasi menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian.
Meski demikian, menurutnya, sebagian besar infrastruktur jalan di kawasan transmigrasi masih mengalami kerusakan, sehingga berdampak pada tingginya biaya distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur ini akan memperkuat pilar ‘Sejahtera’ melalui peningkatan akses ekonomi dengan perbaikan jalan, mendukung pilar ‘Sehat’ melalui penyediaan sanitasi dan air bersih, serta memperkuat pilar ‘Cerdas’ lewat rehabilitasi fasilitas pendidikan,” ujar Irham Kalenggo.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan mengajukan sejumlah usulan prioritas pembangunan yang berfokus pada peningkatan pelayanan dasar masyarakat di kawasan transmigrasi, meliputi:
Infrastruktur konektivitas, berupa pengaspalan jalan kawasan transmigrasi dan rehabilitasi jembatan guna memperlancar mobilitas masyarakat serta menekan biaya logistik hasil pertanian.
Fasilitas pendidikan, melalui pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi anak-anak di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT).
Kesehatan dan sanitasi, berupa penyediaan sarana air bersih serta pembangunan fasilitas sanitasi guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui program tersebut, Pemkab Konawe Selatan menargetkan peningkatan produktivitas sektor pertanian hingga 40 persen serta penurunan angka kemiskinan di kawasan UPT sebesar 5 hingga 8 persen. Program itu juga dirancang dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan melalui penanaman 10.000 pohon dan penerapan teknologi aspal daur ulang.
Menanggapi usulan tersebut, Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di Konawe Selatan.
“Kementerian Transmigrasi berkomitmen mengawal usulan dari Kabupaten Konawe Selatan. Kawasan transmigrasi tidak boleh tertinggal dalam hal konektivitas maupun pemenuhan hak dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Kami akan memfasilitasi program ini agar peningkatan jalan, sekolah, dan fasilitas sanitasi di kawasan UPT dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Viva.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Konawe Selatan, Erna Yustiana, serta sejumlah perwakilan organisasi nonpemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) yang bergerak di bidang pembangunan pedesaan dan pemberdayaan masyarakat.
Kehadiran organisasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengawasan dan pendampingan pelaksanaan program di lapangan sehingga berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong transformasi kawasan Unit Permukiman Transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan terintegrasi dengan pembangunan daerah.
Editor: Redaksi














