SULTRACK.COM – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Edwin Permadi, mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap keaslian dan perawatan uang Rupiah selama momentum Ramadan dan Idulfitri 2026 melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.
Melalui program tersebut, Bank Indonesia kembali mengingatkan masyarakat agar selalu cermat mengenali ciri keaslian uang Rupiah dengan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Metode ini menjadi langkah sederhana namun penting agar masyarakat terhindar dari peredaran uang palsu, khususnya saat aktivitas transaksi meningkat selama Ramadan hingga Lebaran.
Selain itu, BI juga mengajak masyarakat untuk merawat Rupiah dengan menerapkan prinsip 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.
Menurut Edwin Permadi, menjaga kualitas uang Rupiah merupakan bagian dari bentuk cinta, bangga, dan paham terhadap mata uang nasional.
“Melalui momentum SERAMBI 2026, kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bertransaksi sekaligus menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Ia menegaskan, terwujudnya sinergi dalam penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, serta peran aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak diharapkan dapat memperkuat kelancaran sistem pembayaran selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.
Untuk menjaga kelancaran transaksi masyarakat selama bulan suci Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia juga menyelenggarakan Program SERAMBI 2026 sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan uang Rupiah layak edar.
Program ini merupakan rangkaian kegiatan layanan kas kepada masyarakat melalui berbagai kanal penukaran, mulai dari kas keliling, loket perbankan, hingga layanan penukaran bersama.
Melalui SERAMBI 2026, BI menghadirkan layanan penukaran Rupiah yang lebih mudah, merata, dan tertib dengan dukungan sistem digital melalui aplikasi PINTAR.
Masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran uang secara daring melalui platform tersebut agar layanan menjadi lebih teratur dan merata di seluruh wilayah.
Bank Indonesia berharap, melalui edukasi keaslian uang, budaya merawat Rupiah, serta pemanfaatan layanan digital, masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan transaksi yang aman, nyaman, dan lancar.
Editor: Redaksi

















