• Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kemitraan
  • Tentang Kami
Selasa, Juni 30 2026
Sultrack.com
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • All
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Buton
    • Buton Selatan
    • Buton Tengah
    • Buton Utara
    • Kendari
    • Kolaka
    • Kolaka Timur
    • Kolaka Utara
    • Konawe
    • Konawe Kepulauan
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Muna
    • Muna Barat
    • Wakatobi
    Kepala DP2KB Konsel, dr. Boni Lambang Pramana menerima penghargaan dimomen peringatan Harganas ke-33 Tingkat Provinsi Sultra

    DP2KB Konsel Antar Desa Wunduwatu Jadi Rumah DataKu Terbaik di Sultra

    Bupati Irham Kalenggo menyambut kepulangan jemaah haji Konsel

    Jemaah Haji Konsel Tiba di Tanah Air, Bupati Irham Sampaikan Syukur dan Duka

    Ketua BEM FH UHO, Saleh Salahudin

    BEM FH UHO Kritik Pengesahan UU Kepolisian, Serukan Aksi Akademik 1 Juli

    Kominfo Konsel bersama jajaran mengunjungi sentra produksi Kopi Tolaki milik CV Kopindo di Desa Tridana Mulya, Kecamatan Landono bagian dari komitmen dalam memperkuat transformasi digital bagi pelaku UMKM melalui publikasi potensi daerah

    Kopi Tolaki Jadi Ikon UMKM Konsel, Siap Kuasai Pasar Internasional

    Sorotan KSBSI terkait tunggakan BPJS Ketenagakerjaan diakui oleh Direktur PDAM Kendari yang nilainya sebesar Rp 1,3 Miliar

    Direktur PDAM Kendari Akui Tunggakan BPJS 1,3 Miliar, 246 Pekerja Terdampak

    Bupati Irham Kalenggo saat menghadiri FMB9 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia

    Bupati Irham Paparkan Peran Strategis Sekolah Garuda Konsel di Forum Nasional FMB9

    Bupati Konsel Irham Kalenggo meninjau pembangunan SMA Unggul Garuda

    Bupati Irham Tinjau Pembangunan SMA Unggul Garuda di Konsel, Siap Diresmikan Juli 2026

    Kafilah Konsel Tampil Kompak di Pawai Ta'aruf MTQ Sultra 2026 dipimpin Bupati dan Wabup Konsel

    Kafilah Konsel Tampil Kompak di Pawai Ta’aruf MTQ Sultra 2026, Usung Visi SETARA

    Informasi seputar penyelenggaraan PKPA dan UKDPA 2026 oleh KAI Sultra

    Lulusan Hukum Bisa Daftar, KAI Sultra Buka PKPA dan UKDPA Tahun 2026

    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • All
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Buton
    • Buton Selatan
    • Buton Tengah
    • Buton Utara
    • Kendari
    • Kolaka
    • Kolaka Timur
    • Kolaka Utara
    • Konawe
    • Konawe Kepulauan
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Muna
    • Muna Barat
    • Wakatobi
    Kepala DP2KB Konsel, dr. Boni Lambang Pramana menerima penghargaan dimomen peringatan Harganas ke-33 Tingkat Provinsi Sultra

    DP2KB Konsel Antar Desa Wunduwatu Jadi Rumah DataKu Terbaik di Sultra

    Bupati Irham Kalenggo menyambut kepulangan jemaah haji Konsel

    Jemaah Haji Konsel Tiba di Tanah Air, Bupati Irham Sampaikan Syukur dan Duka

    Ketua BEM FH UHO, Saleh Salahudin

    BEM FH UHO Kritik Pengesahan UU Kepolisian, Serukan Aksi Akademik 1 Juli

    Kominfo Konsel bersama jajaran mengunjungi sentra produksi Kopi Tolaki milik CV Kopindo di Desa Tridana Mulya, Kecamatan Landono bagian dari komitmen dalam memperkuat transformasi digital bagi pelaku UMKM melalui publikasi potensi daerah

    Kopi Tolaki Jadi Ikon UMKM Konsel, Siap Kuasai Pasar Internasional

    Sorotan KSBSI terkait tunggakan BPJS Ketenagakerjaan diakui oleh Direktur PDAM Kendari yang nilainya sebesar Rp 1,3 Miliar

    Direktur PDAM Kendari Akui Tunggakan BPJS 1,3 Miliar, 246 Pekerja Terdampak

    Bupati Irham Kalenggo saat menghadiri FMB9 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia

    Bupati Irham Paparkan Peran Strategis Sekolah Garuda Konsel di Forum Nasional FMB9

    Bupati Konsel Irham Kalenggo meninjau pembangunan SMA Unggul Garuda

    Bupati Irham Tinjau Pembangunan SMA Unggul Garuda di Konsel, Siap Diresmikan Juli 2026

    Kafilah Konsel Tampil Kompak di Pawai Ta'aruf MTQ Sultra 2026 dipimpin Bupati dan Wabup Konsel

    Kafilah Konsel Tampil Kompak di Pawai Ta’aruf MTQ Sultra 2026, Usung Visi SETARA

    Informasi seputar penyelenggaraan PKPA dan UKDPA 2026 oleh KAI Sultra

    Lulusan Hukum Bisa Daftar, KAI Sultra Buka PKPA dan UKDPA Tahun 2026

    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Sultrack.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
Home Opini

Menelisik Dampak Investasi TDJ Group di Bumi Anoa!

Sultrack News by Sultrack News
30 Juni 2026
0 0
A A
0
Hendro Nilopo

Hendro Nilopo

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh : Hendro Nilopo
Jabatan : Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum – Sulawesi Tenggara
Dewan Pendiri Jaringan Pemerhati Investasi Pertambangan
Dewan Pendiri Lembaga Pemantau Penegakan Hukum

SULTRACK.COM – Nama Frans akhir-akhir ini mendadak menjadi topik perbincangan di tongrongan warung kopi (warkop), khususnya pada diskusi-diskusi yang membahas permasalahan investasi pertambangan di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.

Nama Frans kerap dikaitkan dengan isu kerusakan lingkungan akibat kegiatan tambang di PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) dan PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS) di Kab. Konawe Selatan serta isu pencemaran lingkungan dan menyerobotan lahan masyarakat di Pulau Kabaena, Kab. Bombana.

Lantas siapa Frans sebenarnya dan mengapa selalu di kaitkan dengan kerusakan lingkungan hingga berbagai pelanggaran hukum pada sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara?

Didorong oleh rasa penasaran, penulis kemudian melakukan penelusuran terkait siapa sosok Frans yang dimaksud tersebut!

Hasil penelusuran menunjukan Frans yang dimaksud adalah Frans Kalalo petinggi atau pimpinan dalam koorporasi PT. Tri Daya Jaya (TDJ) atau biasa disebut TDJ Group. Frans Kalalo memiliki beberapa IUP Tambang yang tersebar di Sultra diantaranya, PT. Tekonindo di Desa Pongkalaero, Kec. Kabaena Selatan, Kab. Bombana, PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kec. Laeya, Kab. Konawe Selatan. Selain itu, TDJ Group juga telah mengakuisisi IUP tambang PT. Pandu Urane Perkasa (PUP) milik eks Kapolri Jendral Idham Aziz .

Tidak hanya itu, selain berstatus sebagai pemilik beberapa IUP Tambang, Frans melalui perusahaannya juga menjadi kontraktor tunggal di PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS) di Desa Sangi-Sangi, Kec. Laonti, Konawe Selatan yang akhir-akhir ini menuai sorotan atas dugaan pencemaran lingkungan.

URAIAN KASUS
PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) di Desa Torobulu, Kec. Laeya, Kab. Konawe Selatan.

Ada berbagai kasus pelanggaran yang terjadi sejak beroperasinya PT. WIN diantaranya dugaan komersialisasi jetty ilegal, penyerobotan lahan, pengrusakan hutan mangrove, tunggakan pajak dan PNBP Minerba hingga yang paling viral sampai saat ini adalah pengrusakan lingkungan akibat kegiatan tambang PT. WIN yang dilakukan tepat di sebelah atau bersampingan langsung dengan bangunan Sekolah Dasar (SD) serta pemukiman warga.

Dugaan komersialisasi jetty mencuat sekitar tahun 2018 – 2019, dimana jetty milik PT. Billy Indonesia namun digunakan oleh PT. WIN untuk kegiatan bongkar/muat, pada saat itu komersialisasi tersebut merupakan perbuatan ilegal karena yang dapat menggunakan terminal khusus hanya pemilik izin yakni PT. Billy Indonesia.

Kemudian, pada tahun 2020 PT. WIN diadukan terkait penyerobotan lahan milik Yusran Silondae (Eks Wagub Sultra) seluas 48 hektar di Desa Mondoe, Kec. Palangga Selatan, Kab. Konawe Selatan.

Selanjutnya, pada tahun 2022 PT. WIN kembali menjadi sorotan atas dugaan tidak mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan, dari sekitar 400 orang karyawan saat itu hanya 55 orang yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Padahal bekerja di perusahaan tambang bisa dikatakan salah satu pekerjaan yang sangat riskan terhadap keselamatan fisik maupun jiwa.

Pada tahun 2023, PT. WIN lagi-lagi kembali disorot usai diduga melakukan pengrusakan hutan mangrove, bahkan ironisnya dugaan pengrusakan hutan mangrove tersebut terjadi dluar wilayah IUP PT. WIN yang artinya kegiatan penambangan tersebut adalah kegiatan ilegal.

Ditahun yang sama, PT. WIN juga dilaporkan oleh Laskar Anti Korupsi (LAKI) Sultra atas dugaan tunggakan pajak dan PNBP Minerba ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp34 Miliar. Sampai saat ini, kasus yang dilaporkan tersebut belum menemukan titik terang sudah sejauh mana hasil pengembangan dan penyelidikan oleh pihak Kejati Sultra.

Sedangkan yang terbaru dan paling terhangat adalah kasus kerusakan lingkungan yang terjadi di Desa Torobulu diduga akibat kegiatan penambangan PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang sampai saat ini masih menuai sorotan dari berbagai elemen.

PT. Tekonindo di Desa Pangkalaero, Kec. Kabaena Selatan, Kab. Bombana

PT. Tekonindo diduga merupakan salah satu anak perusahaan TDJ Group milik Frans Kalalo. Tidak jauh berbeda dengan PT. WIN, PT. Tekonindo juga mendapat sorotan akibat pencemaran hingga pengrusakan lahan pertanian di Desa Pangkalaero, Kec. Kabaena Selatan, Kab. Bomabana.

Pada tahun 2024, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Bombana berinisal SDM melayangkan protes dan meminta kepada managemen PT. Tekonindo untuk bertanggungjawab terhadap kerusakan puluhan hekta lahan pertanian yang diakibatkan dari kegiatan penambangan PT. Tekonindo.

Setahun setelahnya, PT. Tekonindo kembali disorot setelah diduga menggunakan jalan desa tanpa izin untuk mobilisasi alat berat yang mengakibatkan rusaknya jalan desa yang sudah susah payah di kerjakan oleh warga secara gotong royong.

Pada tahun yang sama, tragedi longsor akibat tambang PT. Tekonindo merugikan seorang warga pangkalaero setelah kurang lebih 30 meter lahan beserta tanamannya rusak akibat terkena imbas dari longsornya lahan tambang PT. Tekonindo.

Dari uraian diatas penulis berpendapat bahwa kehadiran investasi PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) dan PT. Tekonindo dibawah PT. TDJ Group milik Frans Kalalo dominan memberikan bencana kepada masyarakat baik di Kabupaten Konawe Selatan maupun di Kab. Bombana. Sehingga dengan dasar tersebut pemerintah sudah seharusnya memberikan atensi serius terkait berbagai dugaan pelanggaran lingkungan serta pelanggaran lainnya yang diakibatkan dari investasi pertambangan PT. TDJ Group di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.

Penulis menilai, berdasarkan fakta-fakta yang terjadi, bahwa terdapat masalah serius dalam kajian pengelolaan lingkungan dari PT. TDJ Group baik PT. WIN maupun PT. Tekonindo yang mengakibatkan kerugian terhadap lingkungan dan masyarakat dimana PT. TDK Group berinvestasi.

Pemerintah diminta untuk membekukan kedua IUP yang dimaksud yakni PT. WIN dan PT. Tekonindo serta mengevaluasi sistem pengelolaan lingkungan mereka agar kedepan lingkungan dan masyarakat tidak lagi jadi korban dari dampak investasi pertambangan PT. TDJ Group.

Tags: Bumi AnoaDampakInvestasiTDJ Group
ShareTweetSend
Previous Post

350 Peserta Meriahkan Vario Street Nation 2026, Asmo Sulsel Gaungkan ‘Cari Aman’

Berita Terkait

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kota Kendari, Iswanto Sugiarto

BBM Naik, Apakah Upah Buruh Juga Naik?

16 Juni 2026
Ilustrasi

Aspal Buton dan Ironi Hilirisasi Nasional

11 Mei 2026
Dr. Teguh Santosa, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

Hari Kebebasan Pers Dunia: Menjadi Suluh dan Lokomotif Bangsa

5 Mei 2026

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

Ada Apa Dengan Buton? Ketika Dendam dan Cemburu Tersulut, Nyawa Jadi Tumbal

Pemerintahan Adalah Proses Berkelanjutan, Bukan Ajang Klaim Pribadi

Leave Comment
Sultrack.com

Ikuti berita terbaru dari berbagai
sudut pandang yang menarik.
Update Beritamu Disini!

Hubungi Kami » 0823-4458-2658

Advertorial

Bupati Konawe Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-63 Untuk Gubernur Sultra

Musrenbang Kolono Timur Disorot, DPRD Minta Bupati Konsel Ganti Kepala OPD Yang Absen

Ketua DPRD Konsel Pimpin Musrenbang Kolono, Usulan Disampaikan Terbuka dan Terarah

Berita Nasional

Ketum JMSI, Teguh Santosa

JMSI Kecam Hilangnya Akun Instagram Hendri Satrio, Sebut Upaya Pembungkaman

25 Juni 2026

JMSI Gelar Mahkamah Intelektual, Buku Adhie Massardi Jadi Sorotan Para Tokoh Nasional

23 Juni 2026

Trending

#Sultra, #Headline, #KotaKendari, #PolrestaKendari, #KKP_Kendari, #PoldaSultra, #KonaweUtara, #Kolaka.

Ikuti Kami

  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kemitraan
  • Tentang Kami

© 2025 SultrackNews - Dibuat dengan hati ❤

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini

© 2025 SultrackNews - Dibuat dengan hati ❤