SULTRACK.COM – Semangat membangun budaya literasi terus digelorakan hingga ke wilayah pesisir. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kembali menggelar kegiatan retelling atau bercerita ulang bersama anak-anak pesisir di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara, tepatnya di Perpustakaan Panre Dilao, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan retelling merupakan program berkelanjutan yang telah dijalankan sejak 2022. Program ini bertujuan menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan berbahasa, serta membangun kepercayaan diri anak-anak melalui aktivitas membaca nyaring dan menceritakan kembali isi buku yang telah mereka baca.
Dalam pelaksanaannya, puluhan anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka duduk bersama di ruang perpustakaan, membaca berbagai buku cerita bergambar, lalu secara bergantian tampil di depan pendamping untuk menceritakan kembali isi buku dengan penuh percaya diri.
Suasana belajar yang hangat semakin terasa berkat pendampingan para pegiat literasi yang membimbing anak-anak selama kegiatan berlangsung. Pendekatan yang menyenangkan membuat peserta lebih aktif, berani berbicara, sekaligus memahami pesan yang terkandung dalam setiap bacaan.
Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan dengan komunitas relawan Sultra Island Care (SIC). Sinergi ini menjadi bentuk nyata gerakan literasi berbasis inklusi sosial, sehingga akses terhadap bahan bacaan dan kegiatan edukatif tidak hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau anak-anak di kawasan pesisir.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Setia Ningsih Mangidi, mengatakan perpustakaan harus mampu hadir di tengah masyarakat sebagai ruang belajar yang terbuka bagi semua kalangan.
“Melalui program seperti ini, kami ingin memastikan anak-anak di Desa Wawatu memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi melalui buku. Literasi adalah pondasi untuk Konawe Selatan yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia berharap program retelling yang telah berjalan sejak 2022 dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa di Konawe Selatan. Dengan demikian, semakin banyak anak yang tumbuh menjadi generasi pembaca yang kritis, kreatif, percaya diri, serta mencintai budaya lokal melalui kebiasaan membaca sejak usia dini.
Editor: Redaksi













