SULTRACK.COM — Kepedulian terhadap masyarakat di tengah kesulitan ekonomi, menurunnya daya beli, dan lesunya aktivitas pasar menjadi perhatian H. Habil Marati. Sadar akan jeritan yang sedang dialami oleh masyarakat, Habil Marati menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat di Kabupaten Muna dan Muna Barat.
Sebanyak 7,5 ton beras disalurkan kepada sekitar 1.500 masyarakat dan janda miskin di dua kabupaten tersebut. Bantuan itu menjadi bentuk perhatian Habil Marati terhadap warga yang menghadapi tekanan ekonomi.
Penyaluran bantuan tersebut dipercayakan kepada dua orang yang ditunjuk Habil Marati untuk mewakili dirinya di masing-masing wilayah. Untuk Kabupaten Muna, penyerahan bantuan dipercayakan kepada LM Ruslan Ibu, SH., MH. Sementara untuk Kabupaten Muna Barat, bantuan dipercayakan kepada Onggi Nebansi.
Onggi mengungkapkan untuk penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah titik, termasuk masjid dan pondok pesantren yang berada di wilayah Muna dan Muna Barat. Bantuan itu diharapkan bisa menjadi stimulan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. “Semoga bermanfaat dan bisa mengurangi beban masyarakat, itu pesan Pak Habil,” tuturnya.
Onggi menjelaskan bahwa, untuk penyaluran bantuan di Kabupaten Muna, bantuan disalurkan antara lain melalui Ruslan Ibu ke sejumlah Mesjid. Antara lain, Masjid Jabal Rahma Desa Maligano, Masjid Al Ikhlas Desa Raimuna, Masjid Al-Ridawan Desa Bone-Bone, Masjid Attaqwa Kelurahan Wamponiki, Pondok Pesantren Subul Salam Ghonsume, Kecamatan Duruka, serta Pondok Pesantren Nurun Nahdlatain NWDI-Raha.
“Kalau di Muna Barat sendiri diserahkan kepada Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an As Sunnah, Pondok Pesantren Khairul Ummah, dan Pondok Pesantren Raudatul Jannah,” ungkapnya.
Tidak hanya beras, Onggi mengatakan bahwa, Habil Marati juga memberikan bantuan untuk sejumlah masjid. Bantuan tersebut berupa 600 buah Al-Qur’an yang dibagikan kepada masyarakat dan masjid yang menjadi lokasi penyaluran. “Bantuan lain juga ikut kita serahkan berupa karpet juga diberikan untuk tiga masjid, yakni Masjid di Maligano, Masjid di Bone-Bone, dan Masjid di Raimuna,” katanya.
Onggi menjelaskan bahwa, latar belakang Habil Marati memberikan bantuan tersebut atas dasar kondisi ekonomi tengah mengalami tekanan, ditandai dengan menurunnya daya beli dan lesunya pasar. Bagi masyarakat penerima, bantuan beras menjadi kebutuhan langsung yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Sementara bantuan Al-Qur’an dan karpet untuk masjid melengkapi dukungan terhadap aktivitas keagamaan di sejumlah wilayah. Langkah Habil Marati tersebut menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat tidak hanya melalui bantuan pangan, tetapi juga dukungan terhadap fasilitas dan kegiatan keagamaan di Muna dan Muna Barat.
Dengan total 7,5 ton beras untuk 1.500 penerima, bantuan itu menyasar masyarakat dan janda miskin yang berada di sejumlah wilayah di kedua kabupaten tersebut.
Editor: Redaksi















