KONSEL, SULTRACK.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Selatan (Konsel), Ramayanto, SH, menggelar Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Desa Puusanggula, Kecamatan Angata, Kamis (6/2/2026) pukul 15.30 Wita.
Kegiatan reses tersebut dibuka langsung oleh Camat Angata. Dalam sambutannya, Camat Angata menyampaikan bahwa reses merupakan agenda rutin anggota DPRD di setiap masa sidang dan menjadi ruang resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan.
“Melalui reses ini, bapak dan ibu dipersilakan mengusulkan program yang dianggap penting serta menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan desa,” ujarnya.

Reses dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Angata, Ketua TP PKK Desa Puusanggula, Ketua BPD, Ketua LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, anggota Karang Taruna, Majelis Taklim, aparat desa, serta masyarakat Desa Puusanggula.
Dalam sambutannya, Ramayanto menjelaskan bahwa reses merupakan agenda triwulanan DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat sebelum dibahas pada Musrenbang tingkat kabupaten. Ia juga menyinggung sejumlah isu yang berkembang di wilayah Desa Puao dan Puusanggula, termasuk terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program MBG tidak sembarang dalam merekrut pendamping karena ada tanggung jawab besar yang diemban. Saya berharap semua persoalan dapat diselesaikan dengan baik dan kita fokus pada pembangunan desa,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah aspirasi masyarakat telah dikomunikasikan langsung kepada Bupati Konawe Selatan, termasuk pengelolaan transportasi Puusanggula yang akan memasuki tahap sewa kelola serta bantuan 10 ekor sapi di Desa Puao.
“Jangan lagi ada isu-isu provokatif. Mari kita jaga suasana kondusif demi pembangunan,” imbuhnya.
Pada sesi tanya jawab, Ibu Niatin, guru SDN 12 Angata, mengusulkan pembangunan pagar dan gerbang sekolah sebagai fasilitas penunjang keamanan. Sementara itu, Bapak Salman menyampaikan apresiasi atas sejumlah aspirasi masyarakat Desa Puao dan Puusanggula yang telah direalisasikan oleh Ramayanto.
Perwakilan Pemerintah Desa Puusanggula juga menyampaikan berbagai usulan, di antaranya pembangunan sumur bor di lokasi strategis, bantuan deker untuk sanggar seni dan deker ekstrem, serta keterbatasan penggunaan dana desa akibat kebijakan efisiensi anggaran. Selain itu, Ibu Jusmawati mengusulkan pendirian PAUD di Desa Puusanggula karena banyak anak usia dini yang saat ini bersekolah di luar desa.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Ramayanto menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui perubahan anggaran 2027. Ia meminta rincian teknis atas setiap usulan agar dapat didorong secara maksimal.
“Insyaallah, jika anggaran tersedia dan didukung oleh Bupati, akan saya perjuangkan, termasuk pembangunan PAUD di Desa Puusanggula,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Angata menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis akan segera berjalan dengan mempertimbangkan potensi wilayah. Ia juga menyinggung rencana pembangunan posyandu, pemanfaatan lahan pertanian, serta pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur jalan.
Menanggapi hal tersebut, Ramayanto menjelaskan bahwa pembangunan aspal di Desa Puusanggula telah terealisasi, dengan nilai mencapai sekitar Rp3,5 miliar. Ia mengajak masyarakat untuk bersyukur dan terus mendukung program pemerintah daerah.
“Kita harus saling mendukung, menjaga kedekatan kekeluargaan, dan bersama-sama menyukseskan program Camat dan Kepala Desa demi kemajuan Puusanggula,” pungkasnya.
Reses ditutup dengan dialog lanjutan bersama warga dan menjadi bagian dari laporan hasil Reses Masa Sidang II Tahun 2026 untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. ADV

















