SULTRACK.COM – Kinerja ekonomi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Triwulan III 2026 diprakirakan terus menguat. Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama seiring membaiknya produksi padi dan meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan penguatan ekonomi tersebut diprakirakan mampu mengimbangi normalisasi konsumsi rumah tangga serta perlambatan pada sejumlah sektor, seperti pertambangan, konstruksi, dan perdagangan.
“Penguatan ekonomi Sulawesi Tenggara pada Triwulan III 2026 terutama ditopang oleh sektor pertanian, seiring perbaikan produksi padi dan meningkatnya Nilai Tukar Petani,” kata Edwin dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) di salah satu kafe di Kota Kendari, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, penguatan ekonomi pada Triwulan III melanjutkan kinerja positif Sultra pada Triwulan II 2026. Pada periode tersebut, ekonomi Sultra tumbuh 6,19 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Pertumbuhan tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen (yoy).
Edwin menjelaskan, perkembangan kegiatan usaha juga menunjukkan perbaikan pada sejumlah sektor, terutama pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.
Di sektor pertanian, pertumbuhan diperkirakan terus berlanjut seiring bergesernya puncak masa panen ke periode pertengahan September hingga Oktober. Kondisi tersebut diperkirakan memberikan tambahan dorongan terhadap produksi pertanian Sultra.
Sementara pada sektor pertambangan dan industri pengolahan, peningkatan aktivitas usaha didorong oleh penerbitan serta revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Pada sektor pertambangan dan industri pengolahan, pertumbuhan didorong oleh penerbitan serta revisi RKAB oleh Kementerian ESDM,” jelasnya.
Selain itu, aktivitas konstruksi juga menunjukkan peningkatan seiring dimulainya persiapan sejumlah proyek strategis dan pengembangan kawasan industri di Kabupaten Kolaka.
Peningkatan aktivitas konstruksi tersebut turut memberikan dampak terhadap perdagangan, khususnya permintaan terhadap barang-barang pendukung kegiatan pembangunan.
Dengan perkembangan tersebut, BI Sultra memperkirakan perekonomian daerah pada Triwulan III 2026 tetap berada dalam tren penguatan, meski terdapat normalisasi konsumsi rumah tangga dan perlambatan pada beberapa lapangan usaha.
Editor: Redaksi













