SULTRACK.COM – Ketua LBH HAMI Sultra, Andre Darmawan, menegaskan komitmennya mengawal kasus dugaan penganiayaan oleh oknum anggota TNI.
Ia menyebut proses hukum di peradilan militer memiliki tantangan tersendiri, dan membutuhkan keberanian dalam pendampingan korban.
“Berurusan dengan peradilan militer memang agak ribet dan butuh keberanian,” ujar Andre dalam keterangannya, Rabu (29/42026).
LBH HAMI Sultra, lanjutnya, telah mendampingi korban sejak proses awal di Polisi Militer (POM) Kendari.
“Pendampingan tersebut terus berlanjut hingga tahap penanganan di Oditur Militer Makassar,” katanya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan korban memperoleh keadilan secara utuh dalam proses hukum yang berjalan.
Andre menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Ia berharap penegakan hukum terhadap anggota militer tetap dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Menurutnya, keadilan bagi korban harus menjadi prioritas tanpa melihat latar belakang pelaku.
“LBH HAMI juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya proses hukum agar tetap objektif,” pungkasnya.
Editor: Redaksi















