SULTRACK.COM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan sebagai upaya akselerasi pengendalian inflasi, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah program strategis sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Kota Kendari.
Beberapa output Rakor Pangan 2026 yang dihasilkan meliputi:
1. Akselerasi intervensi harga Dilakukan melalui penambahan 70 Kios Pangan Digital baru serta lima kerja sama antardaerah (Business to Business/B2B). Langkah ini bertujuan memperkuat distribusi, menjaga ketersediaan pasokan pangan strategis, memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi, serta menekan gejolak harga guna mendukung pengendalian inflasi daerah.
2. Peluncuran program sinergi PKK Kasoami Program Kasoami (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) melibatkan 11 PKK kecamatan di Kota Kendari. Program ini menyasar pengendalian inflasi dari unit terkecil, yakni keluarga, dengan mendorong perilaku belanja bijak serta konsumsi yang lebih beragam agar harga komoditas tetap terkendali.
3. Peluncuran program Sekolah Hebat Program Sekolah Hebat (Hijau, Edukatif, dan Berkarakter) diterapkan di 24 SMP Negeri di Kota Kendari sebagai upaya edukasi pengendalian inflasi sejak dini. Sekolah diharapkan menjadi laboratorium hijau yang produktif, tempat siswa belajar berkebun, memahami konsep inflasi, serta membangun karakter melalui pembelajaran berbasis proyek.
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026, yang menjadi strategi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Gerakan ini merupakan respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan karakteristik komoditas yang bersifat musiman,” jelas Edwin.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan menekankan aspek inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga penguatan pasokan secara struktural serta perubahan perilaku konsumsi masyarakat dalam jangka panjang.
“Rakor Pangan tahun ini menegaskan tiga arah strategis utama, yakni optimalisasi sinergi, akselerasi intervensi harga, dan pengendalian sisi permintaan melalui edukasi pola konsumsi. Kuncinya adalah sinergi. Tanpa sinergi, program akan berjalan sendiri-sendiri. Dengan sinergi, dampaknya akan lebih luas, implementasinya lebih cepat, dan keberlanjutannya lebih kuat,” paparnya.
Melalui penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Kendari, BI Sultra, dan seluruh pemangku kepentingan, berbagai program yang dihasilkan dalam Rakor Pangan 2026 diharapkan dapat diimplementasikan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Ke depan, TPID Kota Kendari bersama BI Sultra akan terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dari hulu ke hilir, melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, intervensi harga, serta edukasi perubahan perilaku konsumsi masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Rakor Pangan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, dan dihadiri Wakil Wali Kota Sudirman, Forkopimda Kendari, pimpinan OPD anggota TPID, perwakilan pemerintah daerah mitra KAD, serta berbagai stakeholder strategis, termasuk BPMP, Dinas Pendidikan Kota Kendari, PKK, dan kalangan akademisi.
Selain itu, sebanyak 161 perwakilan pelaku kios pangan digital Kota Kendari turut hadir untuk mengikuti sosialisasi peningkatan kompetensi.
Editor: Redaksi

















