SULTRACK.COM – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Edwin Permadi, menegaskan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 kembali digelar sebagai langkah strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan di Bumi Anoa.
Kegiatan tahunan ini berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 dan dipusatkan di tiga lokasi utama, yakni Lippo Plaza Kendari, Tugu Persatuan MTQ Sulawesi Tenggara, serta Pantai Wisata Bokori.
Menurut Edwin, Sultra Maimo Sharia Fest bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Tenggara.
“Festival ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Tahun ini, penyelenggaraan Sultra Maimo Sharia Fest menghadirkan berbagai inovasi baru guna memberikan nilai tambah dibanding pelaksanaan sebelumnya. Penguatan konsep, ragam kegiatan, hingga perluasan jangkauan partisipasi masyarakat menjadi fokus utama.
Salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah penguatan ekosistem halal melalui pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, serta pelaksanaan program sosial keuangan syariah seperti lelang wakaf produktif dan edukasi ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf).
Selain itu, Sharia Fair juga menjadi magnet utama dengan menghadirkan UMKM unggulan dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman olahan, fesyen muslim, hingga produk pertanian dan hasil olahan pondok pesantren di Sulawesi Tenggara.
Berbagai talkshow edukatif juga digelar untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah yang terus berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional.
Tak hanya itu, BI Sultra juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian.
Upaya tersebut diwujudkan melalui showcasing produk UMKM, business matching pembiayaan syariah, coaching clinic, hingga peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu naik kelas dan lebih kompetitif.
Di sisi lain, percepatan ekonomi dan keuangan digital turut menjadi perhatian utama melalui perluasan akseptasi dan penggunaan QRIS di berbagai sektor usaha.
Literasi digital masyarakat juga diperkuat melalui talkshow interaktif, termasuk edukasi perlindungan konsumen dan keamanan transaksi digital melalui sinergi bersama berbagai stakeholder.
Edwin menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 merupakan jawaban atas tantangan ekonomi saat ini sekaligus bentuk dukungan terhadap perluasan ekonomi syariah nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, memperluas implementasi ekonomi dan keuangan syariah, serta memberdayakan UMKM agar semakin kuat dan berdaya saing,” jelasnya.
Ke depan, Bank Indonesia Sultra bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan terus memperkuat sinergi lintas sektor guna menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya tahan, dan penuh keberkahan bagi masyarakat.
Editor: Redaksi














