SULTRACK.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat literasi masyarakat terkait program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, Selasa (5/5/2026).
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada distribusi uang layak edar, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
“Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 juga membawa misi untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah,” ujar Edwin.
Ia mengungkapkan, capaian indeks Awareness CBP Rupiah di wilayah kerja BI Sultra pada 2025 mencapai 84,90 atau masuk kategori baik. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan indeks nasional sebesar 77,74, bahkan menjadi yang tertinggi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Menurut Edwin, capaian tersebut perlu terus diperkuat agar pemahaman, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap Rupiah semakin meningkat, khususnya di Sulawesi Tenggara.
Selain layanan penukaran uang dan edukasi Rupiah, BI Sultra juga menggelar kegiatan sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wakatobi melalui Dinas Kesehatan serta Puskesmas Wangi-Wangi dan Puskesmas Tomia.
Kegiatan sosial tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal bagi masyarakat di wilayah setempat.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 di Wakatobi dilaksanakan pada 5 hingga 11 Mei 2026 dengan menggunakan KRI Pulau Rimau 724. Kegiatan ini menjangkau lima pulau, yakni Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma.
Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp20 miliar untuk didistribusikan kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menggantikan uang tidak layak edar serta mendukung kelancaran transaksi ekonomi di wilayah kepulauan.
Ke depan, KPw BI Sultra bersama TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait akan terus memperkuat sinergi guna memastikan ketersediaan uang Rupiah yang berkualitas dan layak edar.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Editor: Redaksi














