SULTRACK.COM – Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter di salah satu SPBU di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), disorot. Muncul dugaan adanya praktik pelangsiran atau pengisian BBM menggunakan kendaraan yang dimodifikasi maupun jeriken.
SPBU yang disebut bernomor 75.939.02 itu terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan antrean kendaraan memanjang hingga ke tepi jalan.
Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut antrean terjadi di dua jalur dengan panjang sekitar 700 meter.
“Dua jalur, sekitar 700 meter antreannya,” kata sumber tersebut.
Tak hanya antrean panjang, aktivitas sejumlah kendaraan di SPBU itu juga dicurigai berkaitan dengan pengisian BBM menggunakan jeriken.
“Mobil isi dari samping, ternyata isi jeriken,” ungkapnya.
Hiswana Migas Minta Diselidiki
Sekretaris Hiswana Migas DPC IV Sultra, Fahd Atsur, mengatakan dugaan pengisian BBM menggunakan kendaraan yang dimodifikasi harus dibuktikan melalui penyelidikan Aparat Penegak Hukum (APH).
“Terkait adanya dugaan pengisian BBM mobil yang diduga dimodifikasi, Hiswana Migas Sultra menyerahkan kepada pihak yang berwajib agar bisa melakukan penyelidikan,” kata Fahd, Senin (10/8/2026).
Fahd menegaskan, pihaknya telah mengarahkan seluruh SPBU agar mematuhi ketentuan dalam penyaluran BBM bersubsidi, termasuk Pertalite.
Menurutnya, pengisian BBM bersubsidi harus sesuai dengan barcode pada mesin Electronic Data Capture (EDC), termasuk kesesuaian nomor polisi dan foto kendaraan.
“Pelayanan hanya dilakukan satu kali dalam satu hari untuk satu barcode,” ujarnya.
Selain itu, CCTV di setiap SPBU wajib aktif untuk merekam seluruh aktivitas pengisian BBM.
“CCTV di SPBU harus selalu aktif untuk merekam segala jenis aktivitas pengisian,” tegas Fahd.
Masyarakat berharap pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Kolaka Utara diperketat agar penyaluran tepat sasaran dan antrean panjang tidak terus terjadi.
Editor: Redaksi













