• Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kemitraan
  • Tentang Kami
Sabtu, Oktober 3 2026
Sultrack.com
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • All
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Buton
    • Buton Selatan
    • Buton Tengah
    • Buton Utara
    • Kendari
    • Kolaka
    • Kolaka Timur
    • Kolaka Utara
    • Konawe
    • Konawe Kepulauan
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Muna
    • Muna Barat
    • Wakatobi
    Ketua TP Posyandu Kabupaten Konsel, Nurlita Jaya

    100 Persen Terregistrasi, Konsel Laporkan Capaian Posyandu 6 SPM ke Kemendagri

    Ketua KSBSI Sultra, Iswanto Sugiarto bertemu Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, di Wisma Mandiri

    Dari Politeknik Bombana Hingga PT KDI, KSBSI Sultra Bawa Aduan Buruh ke Istana

    Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto

    BPS Catat Inflasi Sultra 4,17 Persen, NTP Naik dan Neraca Dagang Surplus

    Bupati dan Wabup Konsel ekspose manajemen talenta ASN di BKN

    Bupati dan Wabup Konsel Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN, Perkuat Sistem Merit

    Peluncuran program bedah rumah di Konsel

    Program Bedah Rumah di Konsel Diluncurkan, 25 Warga Dapat Bantuan 50 Juta

    Kodim Kendari saat menyalurkan langsung air bersih ke rumah warga

    Kodim Kendari Salurkan Air Bersih Door to Door Untuk Warga

    Ketua Dekranasda Konsel, Nurlita Jaya saat tampil pada ajang Kriyanusa 2026 di Jakarta

    Nurlita Jaya Kenalkan Tenun Khas Konsel di Ajang Kriyanusa 2026

    Bupati Konsel menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) se-Sulawesi Tenggara (Sultra)

    Jusmani Pimpin DPC PBB Konsel, Bupati Irham Dorong Kolaborasi Untuk Pembangunan

    Pembukaan Open Turnamen Domino Orado (101) di Balai Prajurit Korem 143/HO

    Kodim Kendari Gelar Turnamen Domino Orado Semarakkan HUT ke-81 TNI

    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • All
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Buton
    • Buton Selatan
    • Buton Tengah
    • Buton Utara
    • Kendari
    • Kolaka
    • Kolaka Timur
    • Kolaka Utara
    • Konawe
    • Konawe Kepulauan
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Muna
    • Muna Barat
    • Wakatobi
    Ketua TP Posyandu Kabupaten Konsel, Nurlita Jaya

    100 Persen Terregistrasi, Konsel Laporkan Capaian Posyandu 6 SPM ke Kemendagri

    Ketua KSBSI Sultra, Iswanto Sugiarto bertemu Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, di Wisma Mandiri

    Dari Politeknik Bombana Hingga PT KDI, KSBSI Sultra Bawa Aduan Buruh ke Istana

    Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto

    BPS Catat Inflasi Sultra 4,17 Persen, NTP Naik dan Neraca Dagang Surplus

    Bupati dan Wabup Konsel ekspose manajemen talenta ASN di BKN

    Bupati dan Wabup Konsel Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN, Perkuat Sistem Merit

    Peluncuran program bedah rumah di Konsel

    Program Bedah Rumah di Konsel Diluncurkan, 25 Warga Dapat Bantuan 50 Juta

    Kodim Kendari saat menyalurkan langsung air bersih ke rumah warga

    Kodim Kendari Salurkan Air Bersih Door to Door Untuk Warga

    Ketua Dekranasda Konsel, Nurlita Jaya saat tampil pada ajang Kriyanusa 2026 di Jakarta

    Nurlita Jaya Kenalkan Tenun Khas Konsel di Ajang Kriyanusa 2026

    Bupati Konsel menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Bulan Bintang (PBB) se-Sulawesi Tenggara (Sultra)

    Jusmani Pimpin DPC PBB Konsel, Bupati Irham Dorong Kolaborasi Untuk Pembangunan

    Pembukaan Open Turnamen Domino Orado (101) di Balai Prajurit Korem 143/HO

    Kodim Kendari Gelar Turnamen Domino Orado Semarakkan HUT ke-81 TNI

    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
No Result
View All Result
Sultrack.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini
Home Sultra

81 Tahun Indonesia Merdeka, Apakah Buruh Sudah Merdeka?

Sultrack News by Sultrack News
14 Agustus 2026
0 0
A A
0
Iswanto Sugiarto Ketua Korwil KSBSI Sultra

Iswanto Sugiarto Ketua Korwil KSBSI Sultra

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Ketua Korwil KSBSI Sultra, Iswanto Sugiarto

SULTRACK.COM – Setiap 17 Agustus, kita mengibarkan Merah Putih dengan bangga. Kita menyanyikan Indonesia Raya, mengikuti upacara, dan mengucapkan kata “merdeka” dengan penuh semangat.

Tetapi di balik gegap gempita perayaan kemerdekaan itu, ada satu pertanyaan yang tidak boleh kita hindari:

Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, apakah buruh benar-benar sudah merdeka?

Pertanyaan ini bukan sekadar retorika. Ini adalah pertanyaan tentang wajah keadilan sosial di negeri yang sejak awal berdirinya telah menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai salah satu cita-cita kemerdekaan.

Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai bebas dari penjajahan asing. Kemerdekaan juga harus berarti bebas dari ketidakadilan, bebas dari eksploitasi, bebas dari rasa takut, dan bebas dari kondisi kerja yang merendahkan martabat manusia.

Lalu, bagaimana dengan buruh?

Masih ada pekerja yang setiap pagi berangkat bekerja dengan penuh tanggung jawab, tetapi pulang ke rumah dengan penghasilan yang harus dihitung sedemikian rupa agar cukup sampai akhir bulan.

Masih ada pekerja yang produktivitasnya dituntut tinggi, tetapi kesejahteraannya belum sebanding dengan beban dan risiko pekerjaan.

Masih ada pekerja yang menghadapi ketidakpastian hubungan kerja, lemahnya perlindungan, persoalan keselamatan dan kesehatan kerja, serta kekhawatiran ketika menyuarakan hak-haknya.

Di sinilah kita perlu jujur mengatakan: kemerdekaan secara politik belum otomatis berarti kemerdekaan secara ekonomi dan sosial bagi kaum buruh.

Jangan sampai kita hanya merayakan kemerdekaan di atas panggung, sementara di tempat kerja masih ada pekerja yang merasa tidak berdaya.

Buruh Jangan Hanya Dipandang Sebagai Biaya Produksi

Pembangunan ekonomi tidak mungkin berjalan tanpa tenaga kerja.

Gedung-gedung berdiri karena ada pekerja yang membangunnya. Industri bergerak karena ada pekerja yang mengoperasikannya. Proyek-proyek berjalan karena ada pekerja yang bekerja di lapangan. Perusahaan menghasilkan keuntungan karena ada tenaga, pikiran, waktu dan keterampilan para pekerja.

Namun ironisnya, ketika berbicara soal efisiensi, pekerja sering kali menjadi salah satu pihak yang pertama kali diminta berkorban.

Kita tidak menolak investasi. Kita tidak menolak dunia usaha. Kita justru membutuhkan investasi dan perusahaan yang sehat untuk menciptakan lapangan kerja.

Tetapi investasi tidak boleh dibangun dengan mengorbankan martabat pekerja.

Perusahaan membutuhkan keuntungan. Itu adalah hal yang wajar.

Tetapi buruh juga membutuhkan kehidupan yang layak.

Karena itu, keuntungan perusahaan dan kesejahteraan pekerja tidak boleh ditempatkan sebagai dua kepentingan yang selalu bertentangan. Keduanya harus berjalan beriringan dalam hubungan industrial yang adil.

Perusahaan yang sehat membutuhkan pekerja yang sejahtera. Pekerja yang sejahtera akan memperkuat produktivitas perusahaan. Dan perusahaan yang kuat akan memperkuat perekonomian negara.

Upah Bukan Sekadar Angka

Salah satu persoalan paling mendasar dalam kehidupan buruh adalah upah.

Upah bukan sekadar angka yang tercantum dalam slip gaji.

Di balik angka itu ada harga pangan, biaya pendidikan anak, biaya transportasi, tempat tinggal, kesehatan, kebutuhan keluarga dan kebutuhan hidup lainnya.

Karena itu, ketika membicarakan upah, kita tidak boleh hanya melihat kemampuan perusahaan membayar. Kita juga harus melihat kemampuan seorang pekerja mempertahankan kehidupan yang layak bersama keluarganya.

Buruh tidak meminta hidup mewah.

Buruh hanya ingin bekerja dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan penghasilan yang layak untuk hidup bermartabat.

Kalau seorang pekerja bekerja penuh waktu tetapi masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar keluarganya, maka kita perlu bertanya kembali: untuk siapa sebenarnya pertumbuhan ekonomi itu?

Negara Tidak Boleh Hanya Menjadi Penonton

Pemerintah memiliki posisi strategis dalam memastikan keseimbangan hubungan industrial.

Negara tidak boleh hanya hadir ketika terjadi konflik antara buruh dan pengusaha. Negara harus hadir sejak awal melalui kebijakan ketenagakerjaan yang adil, pengawasan yang kuat, penegakan hukum yang konsisten, serta perlindungan terhadap pekerja.

Peraturan yang bagus tidak akan berarti apabila pengawasannya lemah.

Hak yang tertulis di atas kertas tidak akan bermakna apabila pekerja takut memperjuangkannya.

Jaminan sosial tidak akan cukup apabila masih ada pekerja yang belum terlindungi.

Dan kebebasan berserikat tidak akan bermakna apabila pekerja merasa terancam ketika menggunakan hak konstitusionalnya.

Karena itu, negara harus berdiri sebagai wasit yang adil, bukan sekadar penonton ketika buruh berhadapan dengan kekuatan modal.

Buruh Juga Punya Hak Untuk Bersuara

Serikat pekerja bukan musuh perusahaan.

Serikat pekerja bukan penghambat investasi.

Serikat pekerja adalah bagian dari mekanisme demokrasi di tempat kerja.

Ketika buruh berserikat, berdialog, berunding, dan menyampaikan aspirasi, itu bukan berarti mereka sedang memusuhi perusahaan. Justru serikat pekerja dapat menjadi mitra strategis dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan produktif.

Yang harus dilawan adalah praktik yang tidak adil, bukan dialognya.

Yang harus dicegah adalah eksploitasi, bukan keberadaan serikat pekerjanya.

Buruh yang kritis bukan ancaman bagi negara. Buruh yang kritis adalah bagian dari demokrasi.

81 Tahun Merdeka, Jangan Sampai Buruh Masih Terjajah di Tempat Kerja

Memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kita membutuhkan keberanian untuk melihat persoalan secara lebih jujur.

Jangan sampai Indonesia secara politik telah merdeka, tetapi sebagian rakyatnya masih merasa terjajah oleh kemiskinan.

Jangan sampai ekonomi tumbuh, tetapi kesejahteraan pekerja tertinggal.

Jangan sampai investasi meningkat, tetapi perlindungan tenaga kerja melemah.

Dan jangan sampai kita begitu bangga menyebut Indonesia sebagai negara maju, sementara masih ada pekerja yang merasa tidak memiliki kepastian atas masa depan keluarganya.

Kemerdekaan harus dirasakan sampai ke ruang-ruang kerja.

Buruh harus mendapatkan upah yang layak.

Buruh harus mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.

Buruh harus mendapatkan jaminan sosial.

Buruh harus mendapatkan kepastian dan perlindungan hukum.

Buruh harus bebas berserikat.

Dan yang tidak kalah penting, buruh harus diperlakukan sebagai manusia yang memiliki martabat, bukan sekadar sebagai tenaga produksi.

Momentum Untuk Berbenah

Di usia 81 tahun Indonesia merdeka, pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja harus berani duduk bersama dan menjawab persoalan-persoalan tersebut.

Jangan hanya membuat slogan tentang kesejahteraan.

Wujudkan kesejahteraan itu dalam kehidupan nyata.

Jangan hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi.

Pastikan hasil pertumbuhan itu juga dirasakan oleh pekerja.

Jangan hanya berbicara tentang investasi.

Pastikan investasi menciptakan pekerjaan yang layak dan bermartabat.

Dan jangan hanya berbicara tentang kemerdekaan.

Pastikan buruh benar-benar merasakan kemerdekaan itu.

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah negara bukan hanya seberapa tinggi pertumbuhan ekonominya, bukan hanya seberapa banyak investasi yang masuk, dan bukan hanya seberapa megah pembangunan yang terlihat.

Ukuran keberhasilan negara juga terletak pada seberapa manusiawi negara tersebut memperlakukan rakyat yang bekerja dan menghidupkan roda perekonomiannya.

Maka pada 81 tahun Indonesia merdeka, pertanyaan kita tetap sama:

Apakah buruh sudah benar-benar merdeka?

Jika belum, maka perjuangan kemerdekaan belum selesai.

Merdeka bukan hanya ketika penjajah pergi.
Merdeka adalah ketika rakyat tidak lagi hidup dalam ketidakadilan.

Merdeka adalah ketika buruh dapat bekerja dengan aman, hidup layak, bersuara tanpa takut, dan pulang ke rumah membawa harapan bagi keluarganya.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Merdeka negaranya.
Adil ekonominya.
Sejahtera rakyatnya.
Merdeka buruhnya.

Tags: BuruhIndonesiaMerdeka
ShareTweetSend
Previous Post

Kejati Sultra Tak Mau Salah Langkah di TPPU Mandiodo, Aset Diamankan Lebih Dulu

Next Post

Habil Marati Bantu 1.500 Warga Muna-Mubar, Salurkan 7,5 Ton Beras

Berita Terkait

Ketua TP Posyandu Kabupaten Konsel, Nurlita Jaya

100 Persen Terregistrasi, Konsel Laporkan Capaian Posyandu 6 SPM ke Kemendagri

3 Oktober 2026
Ketua KSBSI Sultra, Iswanto Sugiarto bertemu Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, di Wisma Mandiri

Dari Politeknik Bombana Hingga PT KDI, KSBSI Sultra Bawa Aduan Buruh ke Istana

2 Oktober 2026
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto

BPS Catat Inflasi Sultra 4,17 Persen, NTP Naik dan Neraca Dagang Surplus

1 Oktober 2026

Bupati dan Wabup Konsel Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN, Perkuat Sistem Merit

Program Bedah Rumah di Konsel Diluncurkan, 25 Warga Dapat Bantuan 50 Juta

Kodim Kendari Salurkan Air Bersih Door to Door Untuk Warga

Next Post
Perwakilan Habil Marati saat menyalurkan bantuan di Muna-Mubar

Habil Marati Bantu 1.500 Warga Muna-Mubar, Salurkan 7,5 Ton Beras

Bupati bersama Ibu Bupati Konsel di malam ramah tamah HUT RI

Bupati Konsel Apresiasi Paskibraka di Malam Ramah Tamah HUT RI ke 81

Praktisi Hukum Andri Dermawan

Peran Surveyor Dalam Dugaan Nikel Ilegal di Sultra Dipertanyakan

Bupati Konsel menerima aspirasi warga Matabubu terkait jalan rusak

Warga Matabubu Keluhkan Jalan Rusak, Bupati Konsel Siapkan Usulan Pengaspalan 9 Km

Leave Comment
Sultrack.com

Ikuti berita terbaru dari berbagai
sudut pandang yang menarik.
Update Beritamu Disini!

Hubungi Kami » 0823-4458-2658

Advertorial

Bupati Konawe Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-63 Untuk Gubernur Sultra

Musrenbang Kolono Timur Disorot, DPRD Minta Bupati Konsel Ganti Kepala OPD Yang Absen

Ketua DPRD Konsel Pimpin Musrenbang Kolono, Usulan Disampaikan Terbuka dan Terarah

Berita Nasional

Ketum JMSI, Teguh Santosa

JMSI Kecam Hilangnya Akun Instagram Hendri Satrio, Sebut Upaya Pembungkaman

25 Juni 2026

JMSI Gelar Mahkamah Intelektual, Buku Adhie Massardi Jadi Sorotan Para Tokoh Nasional

23 Juni 2026

Trending

#Sultra, #Headline, #KotaKendari, #PolrestaKendari, #KKP_Kendari, #PoldaSultra, #KonaweUtara, #Kolaka.

Ikuti Kami

  • Tim Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Kemitraan
  • Tentang Kami

© 2025 SultrackNews - Dibuat dengan hati ❤

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Sultra
    • Kendari
    • Bau-Bau
    • Bombana
    • Konawe
    • Konawe Selatan
    • Konawe Utara
    • Konawe Kepulauan
    • Buton
    • Buton Utara
    • Buton Selatan
    • Muna
    • Muna Barat
    • Kolaka
    • Kolaka Utara
    • Kolaka Timur
    • Wakatobi
  • Pemkot Kendari
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Olahraga
  • Advetorial
  • Opini

© 2025 SultrackNews - Dibuat dengan hati ❤