SULTRACK.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui sinergi lintas sektor antara Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah.
Penyaluran bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari Badan Pangan Nasional tersebut merupakan tindak lanjut dari penyerahan simbolis oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, yang dihadiri langsung Wakil Bupati Konawe Selatan, Wahyu Ade Pratama Imran, bersama sejumlah kepala daerah lainnya pada Selasa (12/5/2026) lalu.
Bantuan kemudian resmi digulirkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Konawe Selatan Nomor 300.2/512 tentang Penetapan Status Keadaan Siaga Bencana Banjir, Tanah Longsor, Gelombang Tinggi, dan Angin Kencang Disertai Hujan Lebat Tahun 2026, serta Surat BPBD Konawe Selatan Nomor 300.2/102/2026 terkait update laporan kejadian bencana.
Dinas Ketapang bersama instansi terkait turun langsung ke lapangan mulai Jumat (29/5/2026) hingga Sabtu esok guna memastikan bantuan tersalurkan secara merata dan tepat sasaran di tujuh kecamatan terdampak banjir.
Pada hari pertama, penyaluran bantuan difokuskan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Mowila, Angata, dan Basala.
Di Kecamatan Mowila, penyaluran dipusatkan di Kantor Kecamatan setempat. Bantuan yang diserahkan berupa beras sebanyak 5 kilogram per jiwa dan minyak goreng 1 liter per Kepala Keluarga (KK).
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketapang Konawe Selatan, Hj. Lisna, S.K.M. Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kecamatan Mowila Nilu Sitti Suastini, perwakilan Polsek Mowila Bripka Nengah Sutriono, serta perwakilan BPBD Konawe Selatan Fitri, S.Pi.
“Sinergi ini merupakan komitmen bersama untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Bantuan beras dan minyak goreng ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok harian warga dalam masa pemulihan,” ujar Hj. Lisna.
Sementara itu, di Kecamatan Angata tercatat empat desa terdampak banjir dengan total 50 KK atau 211 jiwa.
Berdasarkan data Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Konawe Selatan, Hamdar, S.Sos., rincian warga terdampak meliputi Desa Motaha sebanyak 104 jiwa, Desa Kosebo 26 jiwa, Desa Lamoen 71 jiwa, dan Desa Angata 10 jiwa.
Total bantuan CPP yang disalurkan di Kecamatan Angata mencapai 1.055 kilogram beras dan 50 liter minyak goreng. Minyak goreng tersebut disalurkan dalam bentuk kemasan dus dengan rincian 12 botol per dus.
Penyaluran bantuan juga dilakukan di Kecamatan Basala. Di wilayah tersebut, bantuan diberikan kepada lima KK yang terdiri dari 11 jiwa, dengan total logistik berupa 55 kilogram beras dan 5 liter minyak goreng.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Konawe Selatan, Hamdar, mengatakan pemerintah daerah akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak banjir agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
“Melalui sinergi antara Dinas Ketapang, BPBD, Dinsos, serta TNI/Polri dan pemerintah kecamatan, kami berharap kondisi sosial dan ketahanan pangan masyarakat Konawe Selatan pasca-banjir dapat segera stabil kembali,” tegasnya.
Secara keseluruhan, banjir melanda tujuh kecamatan di Konawe Selatan. Penyaluran bantuan CPP dijadwalkan berlangsung selama dua hari.
Khusus pada hari pertama di wilayah yang telah terdata secara rinci, yakni Kecamatan Angata dan Basala, total bantuan yang berhasil disalurkan mencapai 1.110 kilogram beras dan 55 liter minyak goreng yang menyasar sedikitnya 55 KK atau 222 jiwa.
Editor: Redaksi














